Reporter : Ponirin Mika
Probolinggo.HarianJatim.Com- Setelah dikukuhkannya pasangan H. Zainul Arifin Adam sebagai Ketua Tanfidziyah dan H. Barzan Ahmadi sebagai Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Paiton, Probolinggo masa khidmat 2023-2027, pada kamis malam (22/06) digelar persiapan Rapat Kerja (Raker) Pengurus.
Raker pada malam itu dilaksanakan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Sukodadi, Paiton, Probolinggo. Yang dihadiri oleh panitia raker dari pengurus syuriyah, tanfidziyah, dan lembaga.
H. Zainul Arifin Adam ketua tanfidziyah mengatakan, program kerja lima tahun ke depan sudah saatnya mengedepankan kolaborasi. Tidak pada lagi dengan pemaksaan diri, tanpa adanya sinergi. Ini merupakan awal demokratisasi dari Majelis Wakil Cabang Paiton, Probolinggo.
“Proses demokratisasi harus tercipta di tubuh MWCNU Paiton. Yang harus kita lakukan adalah pengurus harian dan lembaga harus membuat program kerja sesuai dengan tupoksinya, selanjutnya akan kita harmonisasi dan kolaborasi satu sama lain,” jelasnya.
Selanjutnya, Ustadz Zen memberikan apresiasi kepada pengurus lembaga yang telah memnyusun program dan diberikan kepada panitia pelaksana. Dengan ini raker akan dapat berjalan dengan maksimal memberikan manfaat kepada warganya sendiri.
“Alhamdulillah penyusunan program dari masing-masing lembaga berjalan lancar. Penyiapan draft program kerja di masing-masing lembaga sangat bagus,” tegasnya.
“Ini di luar ekspektasi. Seluruh pengurus aktif mengeluarkan ide-ide program segarnya yang mudah dikerjakan dan berimpact pada masyarakat secara langsung. Mulai dari permasalahan ke-LAZISNUan hingga pada program kerja di bidang dakwah dan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia,” imbuhnya
Program yang telah disusun, ungkap Zen, tidak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Ya semoga seluruh program untuk lima tahun ke depan ini bisa berjalan lancar. Dan seluruh pengurus senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan,” harapnya
Sebagai nahkoda MWCNU Paiton lima tahun kedepan, ia menegaskan, sudah seharusnya pengurus MWCNU Paiton memiliki kecekatan, inisiatif, dan keuletan. Sehingga dengan bekal itu, pengurus mampu menyelesaikan permasalahan apapun. Jangan pernah takut menunjukkan eksistensi ke-NUan kita saat ini,” pungkasnya.
“Jangan pernah berkeluh-kesah kepada Allah atas masalah yang dihadapi. Tanamkan kikhlasan dalam berkhidmat pada NU. Mengabdi di dalam NU adalah bagian dari mengerjakan ajaran islam. Apalagi NU itu merupakan pesantren kecil dan pesantren merupakan NU besar,” tuturnya.


