Reporter: Ponirin Mika
Probolinggo.HarianJatim.Com – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paiton terus mengupayakan agar secara kelembagaan kuat dan produktif. Salah satu programnya adalah memberikan kebebasan pengurusnya merancang program kerja lima tahun kedepan.
Rapat kerja (raker) itu menjadi tempat pengurus lembaga agar melahirkan ide-ide yang riil sesuai dengan kepentingan NU sebagai organisasi keagamaan, pendidikan dan sosial.
Dalam sambutannya, H. Zainul Arifin Adam menegaskan, adanya raker MWCNU Paiton diharapkan, rapat kerja majelis wakil cabang Nahdlatul Ulama ditempatkan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum memiliki semangat untuk mengakrabkan NU dengan pesantren.
“NU itu terlahir dari rahim pesantren, selayaknya harus dirangkul kembali oleh pesantren,” kata Ustadz Zen saat memberikan sambutan di acara pembukaan raker. Sabtu (24/06/23)
Menurutnya, komitmen mengakrabkan kembali NU dan pesantren itu menjadi salah satu spirit adanya raker ditempatkan di pesantren.
Sedangkan Pengasuh Pondok Mambaul Ulum KH. Didik Humaidi mengungkapkan bahwa NU adalah pesantren kecil dan pesantren adalah NU besar.
“Para masyaikh NU telah mengajarkan semangat pengabdian kepada kita agar kesungguhan dalam berkhidmat kepada NU,” tegasnya.
Acara raker ini harus membawa semangat untuk melakukan gerakan yang lebih menyasar kepada kepentingan lapisan masyarakat yang paling bawah.
Ia memberikan informasi, bahwa masyarakat butuh kehadiran MWCNU Paiton terutama di masjid – masjid.
“Teks khutbah di setiap masjid perlu di screening. Banyak teks khutbah yang menyimpang dari ajaran NU ,” tegasnya.
Bahkan, ungkap Kiai Didik, dirinya siap memberikan bantuan dana apabila MWCNU Paiton ingin membuat khutbah.
“MWCNU Paiton perlu membuat buku khutbah. Jika membutuhkan dana, saya siap,” tegasnya.


