harianjatim.com – Lupa memang salah satu penyakit manusia, apalagi seiring bertambahnya usia seseorang, pastinya kekuatan mengingatnya pun semakin melemah.
Bertambahnya usia seseorang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satunya pikun.
Penyakit pikun merupakan penyakit yang menggangu fungsi otak, sehingga membuat penderitanya mengalami kendala proses mengingat yang lemah.
Biasanya keadaan tersebut menyerang seseorang diusia yang sudah senja, kurang lebih diusia 65 tahun.
Tetapi, kini banyak anak muda yang mengalami hal serupa. Karena mereka terlalu memforsir pikiran mereka dalam mengingat, baik mengingat pembelajaran ataupun dalam hal yang lain.
Terkhusus mereka yang masih bergelar santri, mereka akan lebih menghabiskan waktunya untuk belajar, baik belajar ilmu agama ataupun ilmu umum.
Habib Hasan Bin Ismail Al-Muhdor pun membenarkan bahwa penyakitnya mencari ilmu itu adalah lupa.
“Aafatul ‘Ilmi Annisyaan, memang penyakitnya ilmu itu ialah lupa,” titah Habib Hasan Bin Ismail Al-Mudhor.
Seperti dilansir dari akun Youtube @Majlis Al-Islamiyah Official, Habib Hasan Bin Ismail Al-Muhdor berpesan ada beberapa cara agar penyakit tersebut dapat diatasi, berikut langkah-langkahnya.
1. Murojaah
Murojaah ialah mengulang kembali, kegiatan ini dilakukan untuk mengingat kembali pembelajaran atau hafalan yang sudah didapat.
“Untuk tidak lupa, bantulan dengan sering murojaah, sering membahasbilmu yang ingin anda tidak lupa,” ungkap Habib Hasan Bin Ismail Al-Muhdor.
Memang jika kita sering mengulang atau mempelajari lagi hasil pembelajaran kita, pasti kita akan lebih ingat dan lebih paham akan pelajaran tersebut.
“Karena pembahasan itu membuat semakin mengakal ilmu itu di hati kita,” ucap Habib Hasan Bin Ismail Al-Muhdor.
2. Tidak Bermaksiat
Salah satu yang sering kali lalai adalah pandangan kita, menurut Habib Hasan Bin Ismail Al-Mudhor, hindari maksiat khususnya maksiat mata.
“Jadi untuk tidak bermaksiat, terutama dengan mata anda, karena ilmu ini adalah cahaya Allah, dan cahaya Allah SWT, tidak diberikan kepada orang-orang yang bermaksiat kepada Allah,” ucap Habib Hasan Bin Ismail Al-Mudhor.


