Survei SMRC: 46 Persen Yakin dan 39 Persen Tidak Yakin Prabowo Diberhentikan dengan Benar

  • Bagikan
Survei SMRC: 46 Persen Yakin dan 39 Persen Tidak Yakin Prabowo Diberhentikan dengan Benar. (foto: tangkap layar)

Reporter: harianjatim

Jakarta-harianjatim.com. Sebanyak 46 persen publik yang tahu kasus pemberhentian Prabowo Subianto dari dinas tentara tahun 1998 yakin bahwa keputusan tersebut sudah benar, sementara yang tidak yakin 39 persen.

Demikian hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Juli-Agustus 2023. Hasil survei ini disampaikan Professor Saiful Mujani dalam program ‘Bedah Politik bersama Saiful Mujani’ episode “Pemberhentian Prabowo, Korupsi Formula E, dan Korupsi E-KTP di Mata Publik” yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV pada Kamis, 31 Agustus 2023.

Saiful menjelaskan bahwa dalam pemilihan umum (pemilu) atau pemilihan presiden (pilpres), akan banyak isu dan persoalan yang dimunculkan dalam kampanye untuk memenangkan pemilihan. Hal itu normal. Masing-masing calon harus kritis terhadap lawan-lawannya sehingga membantu pemilih untuk mempertimbangkan calon mana yang lebih punya integritas dan rekam jejak. Integritas dan rekam jejak adalah faktor yang sangat penting menurut pemilih. Dalam beberapa kali survei, SMRC memiliki pertanyaan tentang kualitas personal apa yang paling penting yang harus dimiliki oleh seorang calon presiden. Umumnya publik memilih bersih dari korupsi dan bisa dipercaya. Hal ini berkaitan dengan integritas seseorang yang akan menjadi pejabat publik.

Menurut Saiful, tiga bakal calon presiden (bacapres), Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan, masing-masing memiliki isu, walaupun belum tentu benar, tapi berkembang dan ada di dalam masyarakat, juga muncul di media sosial.

“Adalah wajar dan sehat untuk membahas hal-hal tersebut, sejauh hal itu bisa dipertanggungjawabkan dan bukan fitnah,” kata pendiri SMRC tersebut.

Dalam survei, lanjutnya, yang ditangkap hanya opini warga. Terlepas apakah opini warga itu benar atau tidak, yang ditangkap dalam survei hanya pengetahuan warga tentang isu yang berkaitan dengan para calon presiden. Seberapa banyak yang mengetahui isu-isu tersebut dan seberapa yakin bahwa isu tersebut memang benar adanya. Lalu dianalisis efeknya terhadap para calon presiden.

Isu yang lebih dulu muncul dan memang sudah lama adalah isu tentang Prabowo Subianto. Isu ini biasanya muncul dan ramai dibicarakan setiap menjelang Pemilu karena memang Prabowo menjadi calon presiden dalam beberapa Pemilu terakhir. Yang terkait dengan Prabowo adalah isu tentang diberhentikannya Prabowo sebagai prajurit di hampir masa puncak kemiliteran pada 1998. Waktu itu Prabowo berpangkat Letnan Jenderal ketika diberhentikan dari dinas militer oleh Presiden BJ Habibie atas dasar rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) 1998. Setelah DKP melakukan studi dan penelitian, mereka memberikan rekomendasi pada presiden untuk memberhentikan Prabowo. Apakah publik mengetahui bahwa Prabowo diberhentikan? Kalau tahu, apakah publik yakin bahwa pemberhentian itu merupakan keputusan yang benar? Mereka yang yakin bahwa keputusan itu benar atau salah, apakah memiliki hubungan dengan pilihan terhadap Prabowo?

Untuk Ganjar, ada kasus E-KTP. Persidangannya sudah selesai. Tidak ada bukti hukum yang menunjukkan Ganjar terlibat. Namun isu itu terus berkembang dan selalu ditanyakan apakah Ganjar terlibat dalam kasus E-KTP ini. Berapa banyak yang tahu isu ini terkait Ganjar? Seberapa yakin bahwa memang Ganjar terlibat? Lalu apa efeknya terhadap Ganjar?

Kasus ketiga adalah Formula E yang dikaitkan dengan Anies Baswedan. Seberapa banyak publik yang tahu kasus ini? Dan seberapa besar yang yakin ada korupsi dalam kasus ini? Bagaimana efeknya terhadap Anies Baswedan karena kasus ini terjadi di Jakarta ketika Anies menjadi gubernur?

Pemberhentian Prabowo sebagai Tentara

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Booking todo incluido ofertas al caribe.