Diminta Laporan, Mahfud MD Kritik Balik KPK Soal Dugaan Mark Up Kereta Cepat Whoosh

  • Bagikan
Mahfud MD (Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar)

Reporter: harianjatim

Jakarta-harianjatim.com. Eks Menko Polhukam, Mahfud MD mempertanyakan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta untuk membuat laporan terkait dugaan markup anggaran proyek kereta cepat Whoosh.

“Agak aneh ini, KPK meminta saya melapor ttg dugaan mark up Whoosh. Di dlm hukum pidana, jika ada informasi ttg dugaan peristiwa pidana mestinya aparat penegak hukum (APH) langsung menyelidiki, bukan minta laporan. Bisa jg memanggil sumber info utk dimintai keterangan,” kata Mahfud MD dikutip dari akun X pribadinya @mohmahfudmd.

Menurutnya, laporan diperlukan atas peristiwa yang tersembunyi sehingga sulit untuk diketahui.

“Laporan hanya diperlukan jika ada peristiwa yg tdk diketahui oleh APH shg perlu ada yg melaporkan, misalnya penemuan mayat. Tapi kalau ada berita ada pembunuhan maka APH hrs langsung bertindak menyelidiki tak perlu menunggu laporan,” jelas dia.

Sementara informasi tentang dugaan mark up proyek kereta cepat Whoosh kata dia dirinya telah membuka secara terang-terangan kepada publik. Sehingga tidak perlu adanya laporan.

“Dlm kaitan dgn permintaan agar saya membuat laporan, ini kekeliruan yg kedua dari KPK. Yg berbicara soal kemelut Whoosh itu sumber awalnya bukan saya. Seperti saya sebut di podcast TERUS TERANG yg awalnya menyiarkan itu adl NusantaraTV dlm rubrik “Prime Dialog” edisi 13 Oktober 2025 dgn narsum Agus Pambagyo dan Antony Budiawan,” jelas dia.

“Semua yg sy sampaikan sumbernya adl NusantaraTV, Antony Budiawan, dan Agus Pambagyo yg disiarkan scr sah dan terbuka. Saya percaya kpd ketiganya maka saya bahas scr terbuka di podcast TERUS TERANG,” ujar dia

“Jadi jika memang berminat menyelidiki Whoosh KPK tak usah menunggu laporan dari saya. Panggil saja saya dan saya akan tunjukkan siaran dari Nusantara TV tsb. Setelah itu panggil NusantaraTV, Antoni Budiawan dan Agus Pambagyo untuk menjelaskan. Bukan diperiksa loh, tapi dimintai keterangan,”

“Tapi aneh jika lembaga sebesar KPK tidak tahu bahwa NusantaraTV sdh menyiarkan masalah tsb. sebelum saya membahas di podcast TERUS TERANG. Terlebih hal itu sdh sy sebutkan juga. Coba lihat lagi,” tulisnya disandingkan dengan emoji tangan terlipat.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.comAtau melalui aplikasi HarianjatimCom

(red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Free ad network. Booking todo incluido ofertas al caribe.