Reporter: harianjatim
Sumenep-harianjatim.com. Bangunan sekolah di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Miftahul Ulum, Desa Lebbeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Jawa Timur tampak terabaikan oleh pemerintah.
Kondisi gedung yang dijadikan sebagai tempat proses belajar mengajar sangat memprihatinkan akibat tergerus usia dan tidak pernah dilakukan perbaikan oleh pemerintah.
Saat ini gedung yang menjulang tinggi itu mulai rapuh dan kropos, atapnya mulai runtuh, dinding retak bahkan sebagian bolong, dan lantainya berantakan. Kondisi tersebut sangat mengganggu terhadap jalannya proses belajar mengajar setiap hari.
“Terganggu, selalu dihantui rasa was-was saat berada di dalam gedung sekolah, termasuk saat berlangsungnya kegiatan belajar,” kata Fikri salah satu tenaga pendidik di LPI Miftahul Ulum.
Dirinya mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi gedung sekolah tersebut. Dia mengaku kerap berdoa saat hendak masuk ruangan agar dijauhkan dari bencana alam yang bisa menyebabkan gedung ambruk.
“Memang sangat menghawatirkan, wajar jika kami selalu was-was. Mau pindah, tidak ada gedung yang lain,” jelas dia.
Ditanya apakah pernah dilakuman renovasi oleh pemerintah, Fikri mengaku tidak pernah sejak bangunan itu selesai dan dijadikan sebagai sarana proses belajar mengajar puluhan tahun silam.
“Setahu kami tidak pernah. Renovasi itu dilakukan oleh warga secara swadaya, itupun sebatas gedung yang bolong saja,” jelas dia.
Kehawatiran itu juga dikeluhkan oleh Hariyono salah satu wali siswa. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan ketidak perdulian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan di daerah pinggiran.
“Kami harap ada perhatian serius dari pemerintah, jangan menunggu ada korban jiwa baru pemerintah bertindak,” ungkap dia dengen penuh kecewa dan harapan.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Atau melalui aplikasi HarianjatimCom
(rls/red)


