Reporter: harianjatim
Sumenep.harianjatim.com Nenek ini hanya bisa pasrah dengan kondisi fisik yang serba keterbatasan, dan hidup dalam kemiskinan. Selain stroke, juga tidak mendapatkan bantuan sosial (Bansos) dari Pemerintah.
Nenek ini bernama Satriya. Kesehariannya nenek 61 tahun itu tinggal di Dusun Temor Lorong, RT 18 RW 8, Desa Bluto, Kecamatan Bluto, Sumenep, Jawa Timur.
Nenek ini tinggal sebatang kara di kediamannya. Untuk berjalan nenek ini harus dibantu menggunakan walker standar untuk bisa berjalan. Nenek ini menderita stroke cukup lama, sejak tahun 1999 silam.
Kesehariannya, nenek ini tinggal bersama cucunya yang saat ini masih duduk di kelas 1 SMA setelah anaknya meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Untuk bertahan hidup, Nenek Satriya bergantung kiriman dari cucunya yang saay ini sedang merantau di luar kota. Sisanya juga menanti uluran tangan dari sanak tetangganya.
Meski begitu, nenek Satriya hanya bisa pasrah, meski dalam kondisi sangat terbatas dan hidup dalam tarap kemiskinan, mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan pemerintah.
“Tidak pernah mendapat bantuan,” katanya pada tim media.
Salah satu warga sekitar mengaku prihatin terhadap kondisi nenek Satriya. Secara kasat mata nenek ini sangat layak untuk dibantu.
“Bukan hanya layak, tapi sudah sangat layak,” kata salah satu warga sekitar yang enggan disebut namanya.
Beberapa waktu lalu kata warga itu, dirinya mengaku pernah menanyakan kepada perangkat desa setempat. Hanya saja perangkat desa itu mengaku tidak tahu menahu mengenai nenek Satriya yang tidak mendapatkan bantuan.
“Katanya bukan urusan mereka, saat saya tanya mengapa nenek Satriya tidak mendapatkan bantuan,” jelas dia.
Dia merasa aneh terhadap sikap pemerintah. Karena banyak warga yang kondisi fisiknya lebih baik dan perekonomiannya juga lebih baik dari nenek Stariya, namun mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Pada Oktober lalu ada tetangga yang dapat bantuan. Sementara nenek Satriya tidak,” jelasnya.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Atau melalui aplikasi HarianjatimCom
(jd/red)


