Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Melambat pada Triwulan I 2026

  • Bagikan
Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Melambat pada Triwulan I 2026.

Reporter: harianjatim

Surabaya-harianjatim.com. Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 433,4 miliar dollar AS atau tumbuh 0,8 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan triwulan IV 2025 yang mencapai 1,9 persen.

Bank Indonesia menyebut perlambatan pertumbuhan ULN dipengaruhi oleh perkembangan utang luar negeri sektor publik maupun sektor swasta.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan posisi ULN Indonesia tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi global.

“Posisi ULN Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 433,4 miliar dollar AS atau secara tahunan tumbuh sebesar 0,8 persen, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan IV 2025 sebesar 1,9 persen,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Senin

ULN pemerintah pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 214,7 miliar dollar AS atau tumbuh 3,8 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 5,5 persen.

Menurut Ramdan, perkembangan ULN pemerintah terutama dipengaruhi oleh aliran modal asing yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

“Sebagai salah satu instrumen pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah serta memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Berdasarkan sektor ekonomi, pemanfaatan ULN pemerintah antara lain digunakan untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22,1 persen dari total ULN pemerintah. Selain itu, administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 20,2 persen, jasa pendidikan 16,2 persen, konstruksi 11,5 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,5 persen.

BI menilai struktur ULN pemerintah tetap sehat karena didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah.

Sementara itu, ULN swasta pada triwulan I 2026 mencapai 191,4 miliar dollar AS, menurun dibandingkan posisi triwulan IV 2025 sebesar 194,2 miliar dollar AS. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi sebesar 1,8 persen.

Penurunan terjadi pada kelompok lembaga keuangan maupun perusahaan nonkeuangan. ULN lembaga keuangan terkontraksi 3,6 persen secara tahunan, sedangkan perusahaan nonkeuangan turun 1,3 persen.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian dengan pangsa mencapai 80,4 persen dari total ULN swasta.

Secara keseluruhan, BI menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal itu tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,5 persen pada triwulan I 2026, dari sebelumnya 30 persen pada triwulan IV 2025.

Selain itu, struktur ULN Indonesia masih didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,4 persen dari total ULN nasional.

Bank Indonesia memastikan koordinasi dengan pemerintah akan terus diperkuat guna menjaga struktur ULN tetap sehat sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!

(red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Unlock the secrets to high stakes negotiation success with our premium guide.