Reporter: harianjatim
Sumenep-harianjatim.com. embaga Bina Swadaya Masyarakat (BISMA) menyampaikan keprihatinan atas anjloknya harga telur bebek yang dinilai semakin menekan kondisi ekonomi peternak rakyat. Saat ini, harga jual telur di tingkat peternak disebut telah berada di bawah Harga Pokok Produksi (HPP), sementara biaya pakan ternak terus mengalami kenaikan.
Ketua BISMA, Alfian Yahya, mengatakan kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat mengancam keberlangsungan usaha peternak kecil, khususnya di Kabupaten Sumenep dan sejumlah daerah sekitarnya.
Menurut dia, pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat serapan pasar terhadap hasil produksi peternak rakyat.
“Peternak saat ini berada dalam tekanan yang cukup berat. Harga telur terus mengalami penurunan, sedangkan biaya produksi dan harga pakan justru meningkat. Jika tidak ada intervensi nyata dari pemerintah, banyak peternak rakyat terancam mengalami kerugian besar bahkan menghentikan usahanya,” ujar Alfian, Jumat (12/5/2026).
Ia menilai persoalan yang dihadapi peternak tidak hanya berkaitan dengan turunnya harga telur, tetapi juga tingginya biaya operasional yang terus membebani pelaku usaha kecil di sektor peternakan rakyat.
Kondisi tersebut, kata Alfian, sejalan dengan berbagai keluhan peternak yang belakangan ramai disampaikan dalam sejumlah forum dan pemberitaan nasional. Para peternak mengaku kesulitan menutup biaya produksi akibat harga pakan yang terus melambung, sementara harga telur bebek di pasaran terus melemah karena rendahnya daya serap pasar.
BISMA juga menyoroti kenaikan harga pakan ternak yang terjadi berulang dalam beberapa bulan terakhir. Situasi itu membuat margin keuntungan peternak semakin menipis dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha mereka.
Karena itu, BISMA mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis, seperti pengendalian harga pasar, perluasan distribusi hasil peternak rakyat, hingga pemberian kebijakan yang berpihak kepada peternak kecil.
Selain itu, program ketahanan pangan nasional dinilai harus mampu melibatkan sekaligus melindungi peternak lokal agar sektor peternakan rakyat tetap bertahan dan berkembang di tengah tekanan pasar.
“Kami berharap pemerintah tidak hanya mendengar aspirasi peternak, tetapi juga segera mengambil kebijakan nyata untuk membantu peternak rakyat. Ketahanan pangan nasional tidak akan tercapai tanpa keberpihakan kepada para peternak kecil,” kata Alfian.
BISMA berharap adanya kolaborasi antara pemerintah, DPR, pelaku usaha, serta komunitas peternak untuk menciptakan stabilitas harga telur dan menjaga keberlangsungan ekonomi peternak rakyat di tengah kondisi pasar yang belum stabil.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.
(red)


