Family Values dalam Film Na Willa

  • Bagikan

|| Penulis : Fitri Ayu Nurlatifa*

Film Na Willa menggambarkan kehidupan keluarga sederhana yang penuh kasih sayang. Hubungan antara orang tua dan anak ditampilkan secara dekat dan emosional. Film ini menunjukkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam proses pertumbuhan anak (Sulung & Sakti, 2021). Meskipun ayah Willa tidak selalu hadir di rumah karena pekerjaannya, perhatian dan cinta tetap diberikan melalui buku-buku yang dikirimkan untuk Willa. Kehadiran buku-buku tersebut menjadi simbol kasih sayang seorang ayah kepada anaknya.

Konflik dalam keluarga digambarkan secara realistis, seperti kesalahpahaman, perbedaan pendapat, dan perubahan zaman. Namun, di balik berbagai konflik tersebut, keluarga tetap menjadi tempat paling nyaman untuk kembali. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai sumber dukungan, kasih sayang, dan pembentukan karakter anak (Anak, 2023).

Film ini juga menegaskan bahwa kasih sayang merupakan dasar utama dalam hubungan keluarga. Walaupun terdapat jarak antara ayah dan anak, rasa cinta tetap menjadi pengikat yang kuat. Kasih sayang tidak hanya ditunjukkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata seperti perhatian, kepedulian, dan keinginan untuk saling melindungi (Pendidikan & Usia, 2021). Dengan demikian, film ini memperlihatkan bahwa keluarga yang kuat adalah keluarga yang mampu mempertahankan cinta di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Selain itu, komunikasi dalam keluarga digambarkan secara unik melalui surat yang dikirimkan lewat kantor pos sebagai media penyampaian perasaan antara Mak dan Pak. Cara tersebut menunjukkan bahwa komunikasi tidak selalu harus dilakukan secara langsung, tetapi tetap dapat berjalan efektif selama disampaikan dengan jujur dan terbuka. Melalui surat-surat tersebut, setiap anggota keluarga mampu mengungkapkan isi hati secara lebih mendalam dan terstruktur. Hal ini memperkuat hubungan emosional antaranggota keluarga (Wardyaningrum, n.d.). Oleh karena itu, film ini menegaskan bahwa komunikasi yang baik memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan keluarga.

Film Na Willa juga memperlihatkan bahwa setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab masing-masing. Mak bertanggung jawab mengurus rumah tangga dan membesarkan Willa, sedangkan Pak harus bekerja jauh dari rumah sebagai pelaut. Dalam menjalankan peran tersebut, dibutuhkan pengorbanan berupa waktu, tenaga, maupun perasaan. Pengorbanan tersebut mencerminkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap keluarga (Pabundu & Ramadhana, 2023). Dari sini dapat dipahami bahwa keharmonisan keluarga terbentuk melalui kerja sama dan saling pengertian antaranggota keluarga.

Secara keseluruhan, film Na Willa menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran sangat penting dalam kehidupan seseorang, terutama dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Kasih sayang, komunikasi yang baik, serta rasa tanggung jawab menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan keluarga. Sosok ayah yang tidak selalu hadir secara fisik tetap mampu menunjukkan cintanya melalui perhatian dan tindakan sederhana, seperti mengirimkan buku-buku kepada Willa.

Film ini juga memberikan nilai-nilai kehidupan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, setiap anggota keluarga perlu menunjukkan kasih sayang melalui tindakan nyata, bukan hanya melalui kata-kata. Kedua, komunikasi yang jujur dan terbuka sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dalam keluarga (Wardyaningrum, n.d.). Ketiga, setiap anggota keluarga harus memahami tanggung jawab masing-masing dan saling menghargai pengorbanan yang dilakukan demi kesejahteraan bersama (Pabundu & Ramadhana, 2023).

Pada akhirnya, film Na Willa dapat menjadi pengingat bahwa di tengah kehidupan modern yang sibuk, nilai-nilai keluarga seperti kasih sayang, komunikasi, dan tanggung jawab tetap harus dijaga. Nilai-nilai tersebut menjadi sumber dukungan, kenyamanan, dan kebahagiaan bagi setiap anggota keluarga (Sikumbang, 2025).


Daftar Pustaka

Anak, K. (2023). Indonesian Journal of Educational Counseling: Pola Komunikasi Keluarga, 7(2), 178–188. https://doi.org/10.30653/001.202371.275

Pabundu, D. D., & Ramadhana, M. R. (2023). Pola Komunikasi Keluarga dengan Pembentukan Kemandirian Anak, 7(4), 4624–4646. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.5223

Pendidikan, J., & Usia, A. (2021). Zuriah, 2. https://doi.org/10.29240/zuriah.v2i1.2520

Sikumbang, A. T. (2025). Komunikasi Keluarga dalam Perspektif Al-Qur’an.

Sulung, N., & Sakti, G. (2021). Komunikasi Keluarga dan Pola Asuh dengan Kecerdasan Emosional Anak Usia 5–18 Tahun, 8(1), 1–11.

Wardyaningrum, D. (n.d.). Pola Komunikasi Keluarga dalam Menentukan Konsumsi Nutrisi bagi Anggota Keluarga, 289–298.


||* Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, dari program studi Pendidikan Bahsa Indonesia.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
ad campaigns are created automatically based on each website’s content.