MI Al Mansur Gelar Puncak Kokurikuler Proyek Peduli Lingkungan, “Menanam Benih Kepedulian, Memanen Generasi Mandiri

  • Bagikan


Bojonegoro, 11 Juni 2026 — MI Al Mansur Bojonegoro menggelar kegiatan Puncak Kokurikuler Proyek Peduli Lingkungan dengan tema “Menanam Benih Kepedulian, Memanen Generasi Mandiri” di lingkungan madrasah yang berlokasi di Jalan Panglima Polim No. 38, Sumbang, Bojonegoro, Kamis (11/6).


Kegiatan ini menjadi puncak dari proses pembelajaran berbasis lingkungan yang telah dilaksanakan sejak pertengahan Februari 2026. Selama kurang lebih empat bulan, peserta didik kelas 1 hingga kelas 3 terlibat secara aktif dalam proses penyemaian benih, penanaman, perawatan, hingga panen berbagai tanaman hortikultura seperti tomat, cabai, dan terong.
Program ini diselenggarakan sebagai upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun karakter peserta didik melalui pengalaman belajar yang nyata. Melalui kegiatan berkebun, siswa belajar tentang kesabaran, tanggung jawab, kerja sama, disiplin, serta rasa syukur terhadap setiap proses yang mereka jalani.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Bapak Rudiyanto; Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Drs. H. Sholihul Hadi, M.Pd.; Pengurus Perkumpulan Tanah Air Udara (TAU); Pengurus Yayasan; dewan guru; serta wali murid.
Dalam sambutannya, Kepala MI Al Mansur menyampaikan bahwa hasil panen yang diperoleh mungkin belum banyak, namun nilai pembelajaran yang diperoleh anak-anak jauh lebih besar.
“Yang kami panen hari ini bukan hanya tomat, tetapi juga karakter anak-anak berupa kesabaran, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa syukur.”
Beliau juga menjelaskan bahwa MI Al Mansur telah memulai pembelajaran berbasis lingkungan bersama pendampingan Perkumpulan Tanah Air Udara (TAU) sebelum program kokurikuler dan penguatan ekoteologi menjadi perhatian luas dalam dunia pendidikan. Para guru terlebih dahulu mendapatkan pendampingan untuk mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam berbagai mata pelajaran, yang kemudian diwujudkan melalui kegiatan praktik langsung bersama peserta didik.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Drs. H. Sholihul Hadi, M.Pd., memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh MI Al Mansur.
“Hari ini adalah kegiatan yang luar biasa. Program yang dicanangkan Kementerian Agama telah diimplementasikan secara nyata melalui kegiatan pertanian dan berkebun. Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada MI Al Mansur. Semoga kegiatan ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan dengan melibatkan seluruh stakeholder sehingga semakin menambah semangat anak-anak dalam belajar,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Rudiyanto. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan MI Al Mansur merupakan langkah strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dan pertanian sejak usia dini.
“Kegiatan ini sangat luar biasa karena mengenalkan kepada anak-anak pentingnya mencintai lingkungan dan memanfaatkan pekarangan dengan baik. Selain memberikan nilai estetika, lingkungan juga menjadi lebih produktif dan bermanfaat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa saat ini jumlah generasi muda yang tertarik pada sektor pertanian terus menurun, padahal ketahanan pangan merupakan salah satu penopang utama kekuatan sebuah bangsa.
“Bangsa yang kuat harus ditopang oleh pangan yang kuat. Karena itu kami sangat mengapresiasi Yayasan Al Mansur yang telah menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap pertanian sejak dini. Apa yang dilakukan hari ini, mulai dari menanam hingga memanen tomat, terong, dan cabai, merupakan langkah nyata dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain,” tambahnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para tamu undangan turut diajak memanen hasil kebun bersama peserta didik serta menikmati jus tomat yang diolah dari hasil panen madrasah. Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan proses pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menumbuhkan karakter, kepedulian lingkungan, serta kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, MI Al Mansur berharap dapat terus menumbuhkan budaya cinta lingkungan sekaligus menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan menyenangkan bagi peserta didik. Dengan menanam benih kepedulian hari ini, madrasah berharap dapat memanen generasi yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Our free link building tool gives you instant access to contextual links from thousands of websites worldwide.