PMI Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan pelatihan terkait dokumen hasil pelaksanaan Enhanced Vulnerability and Capacity Assessment (E-VCA) dan pemetaan risiko bencana di aula UDD PMI kabupaten Bojonegoro
Kegiatan Yang di buka Langsung oleh ketua PMI Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati S.KM.M.Kes serta di hadiri pengurus PMI kabupaten Bojonegoro Bidang SDM Djamari S.Sos.MM serta Kepala Markas PMI kabupaten Bojonegoro Nur Hamid
Koordinator Program Wahyu Theo Alfian Menjelaskan bahwa
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kesiapsiagaan Bencana Banjir Aliran Sungai Bengawan Solo yang didukung oleh PMI, Palang Merah Austrakia ( Australia Reda Cross)
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama 1 Minggu dengan tujuan untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana di tingkat masyarakat khususnya di Desa sumbangtimun kecamatan Trucuk dan Mulyorejo kecamatan Balen
Dalam rangka E-VCA dan pemetaan risiko, masyarakat dilibatkan secara langsung dalam proses identifikasi potensi bahaya, kerentanannya, serta kapasitas yang ada.
“Hasil dari proses ini akan menjadi landasan untuk menyusun rencana aksi prioritas guna mengurangi kerentanannya dan mengelola risiko bencana, ujarnya

Sementara itu Ketua PMI Bojonegoro Ninik Susmiati S.K.M.M.Kes memberikan apresiasi kepada pemerintah dan pihak-pihak yang terlibat.
Ia menambahkan bahwa hasil dari sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dengan program pengurangan risiko bencana di daerah sasaran. Program ini merupakan bagian dari upaya PMI Kabupaten Bojonegoro untuk menciptakan masyarakat yang tangguh dan siap dalam menghadapi bencana, sehingga dampak dari Bencana Banjir Sungai Bengawan Solo dapat diminimalkan.
” Ia juga Berharap agar seluruh peserta bisa mengikuti kegiatan ini hingga selesai dan nantinya bisa di aplikasikan di masyarakat langsung”


