Harga Telur Anjlok, Peternak Ayam Petelur di Jawa Timur Mengadu ke Riyono

  • Bagikan

Ponorogo, Harianjatim.com – Harga telur diwilayah Jawa Timur anjlok, peternak ayam petelur mengadu ke Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKS, Riyono.

Kondisi harga telur dilevel peternak ayam sedang turun drastis. Kondisi menurunnya harga telur mulai terjadi sejak bulan April 2026 atau pasca Idul fitri. Turunnya harga telur dipicu over suplai yang saat ini banyak pemain baru dalam industri ayam petelur.

Anggota DPR RI Komisi IV, Riyono kepada media menyampaikan bahwa peternak ayam petelur sedang mencari jalan dan meminta negara hadir untuk menyelesaikan permasalahan harga telur yang sedang turun.

“Peternak ayam petelur sedang mencari jalan dan meminta negara hadir untuk menyelesaikan permasalahan harga telur yang sedang turun di kandang mereka,” ungkapnya.

Pertemuan Riyono bersama para peternak yang tergabung dalam koperasi sekunder dihadiri oleh peternak dari Blitar, Magetan, Ponorogo, Jombang, Mojokerto berlangsung dengan penuh dialog konstruktif untuk mencari solusi bersama antara wakil rakyat dan peternak.

“Saat ini harga telur di kandang dihargai 17.000 – 21.000/kg dengan biaya produksi 21.000 – 22.000 yang artinya peternak mengalami kerugian besar jika tidak segera mendapatkan solusi dari negara secara langsung,” terangnya.

Peternak memberikan informasi dan paparan bahwa saat ini harga sedang jatuh dan peternak sudah mencari jalan solusi ke mana – mana. Mulai dari level kabupaten kota sampai pertemuan dengan Bupati walikota dan juga DPRS Propinsi Jawa Timur. Selain harga telur yang turun, ternyata harga pakan justru naik per bulan bisa 2x mengalami kenaikan karena alasan bahan baku impor berupa bungkil kedelai.

“Usulan jangka pendek berupa memasukan telur sebagai komponen bantuan pangan pemerintah seperti kondisi era pasca Covid dengan 10 butir bagi penerima manfaat bantuan pangan” paparnya.

Secara kalkulasi saat ini memang produksi telur nasional mengalami over suply, catatan BPS 2025 produksi nasional 6.25 juta ton atau 104.17 milliar butir telur. Nilai konsumsi telur juga masih rendah di banding negara ASEAN yang lain. Indonesia masih kurang 1 telur per hari, Malaysia sudah di atas 1 telur per hari.

“Peternak meminta agar negara hadir memberikan solusi, penyerapan dan menciptakan pasar baru berupa penyerapan di MBG, membeli melalui BUMN skema bantuan pangan,” jelasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
For me, coding and music production are two sides of the same coin : it’s all about creating something impactful from scratch.