Tuban-Tanah mulai diolah, polybag disusun rapi, sementara beragam bibit tanaman telah dipersiapkan untuk ditanam di Taman Gizi Keluarga (TaGiKa). Di balik aktivitas yang tampak sederhana tersebut, anggota Kelompok Kerja (Pokja) TaGiKa sedang membangun lebih dari sekadar kebun percontohan. Mereka menjalani proses belajar bersama mengenai keberagaman pangan, teknik penanaman, dan pentingnya gizi keluarga melalui praktik langsung di lapangan.
Bibit yang disiapkan terdiri atas berbagai kelompok tanaman, mulai dari tanaman sumber karbohidrat, sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga tanaman buah. Keberagaman ini sengaja dihadirkan agar TaGiKa menjadi media pembelajaran yang memperkenalkan berbagai sumber pangan sebagai bagian dari pemahaman tentang gizi seimbang. Dengan melihat, menanam, dan merawat beragam tanaman tersebut secara langsung, masyarakat memperoleh pengalaman yang lebih mudah dipahami dibandingkan hanya melalui penyampaian materi.
Semangat gotong royong terlihat dalam setiap tahapan kegiatan. Sebagian anggota mengolah tanah agar menjadi media tanam yang baik, sementara yang lain mengisi polybag, menata bibit, dan menyiapkan area tanam. Pembagian tugas berlangsung secara alami. Sambil bekerja, mereka berdiskusi, bertukar pengalaman, dan saling berbagi pengetahuan mengenai kebutuhan setiap jenis tanaman, mulai dari media tanam hingga cara perawatannya.
Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran di TaGiKa. Setiap tahapan memberikan pengalaman baru bagi anggota Pokja untuk memahami bahwa setiap jenis tanaman memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Pengetahuan yang diperoleh melalui praktik langsung tersebut diharapkan dapat memperkaya pemahaman masyarakat mengenai keberagaman pangan dan pentingnya gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.


