Tips-harianjatim.com. Cuaca panas yang menyengat dapat membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan dan mengalami kelelahan. Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kulit terbakar akibat paparan sinar matahari, hingga gangguan kesehatan yang lebih serius.
Untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar di tengah suhu udara yang tinggi, diperlukan sejumlah langkah sederhana, mulai dari mencukupi kebutuhan cairan hingga mengatur aktivitas sehari-hari.
Selain menjaga asupan makanan dan minuman, masyarakat juga perlu memperhatikan waktu beraktivitas di luar ruangan serta melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV).
Lantas, bagaimana cara menjaga kesehatan tubuh saat cuaca panas? Berikut harianjatim.com melansir dari laman alodokter.com enam tips yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Cukupi Kebutuhan Cairan
Menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi langkah penting saat cuaca panas. Minumlah air putih secara teratur, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan atau mengeluarkan banyak keringat.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, bergantung pada usia, kondisi kesehatan, aktivitas fisik, dan lingkungan. Karena itu, kebutuhan minum tidak selalu sama bagi setiap orang.
Selain air putih, buah-buahan yang kaya air juga dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Batasi konsumsi minuman tinggi gula dan jangan mengandalkan kopi atau teh sebagai satu-satunya sumber cairan.
Jangan menunggu hingga merasa sangat haus untuk minum, terutama ketika beraktivitas di bawah terik matahari.
2. Gunakan Tabir Surya
Paparan sinar matahari dapat berdampak buruk pada kulit, terutama ketika seseorang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
Penggunaan tabir surya atau sunscreen dapat membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV. Pilih produk dengan SPF minimal 30 dan perlindungan spektrum luas.
Oleskan tabir surya sebelum beraktivitas di luar ruangan. Ulangi pemakaian setiap dua jam, atau lebih sering setelah berenang, berkeringat banyak, maupun mengeringkan kulit dengan handuk.
Perlu diingat, tabir surya bukan satu-satunya bentuk perlindungan. Penggunaan pakaian yang sesuai, topi, dan upaya mencari tempat teduh tetap diperlukan.
3. Kenakan Pakaian yang Nyaman dan Melindungi Kulit
Pemilihan pakaian juga berpengaruh terhadap kenyamanan saat menghadapi cuaca panas.
Gunakan pakaian yang longgar, ringan, dan memungkinkan sirkulasi udara dengan baik. Bahan yang nyaman, seperti katun, dapat membantu mengurangi rasa gerah ketika beraktivitas.
Pakaian berlengan panjang dan celana panjang juga dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap paparan sinar matahari, terutama jika harus berada di luar ruangan dalam waktu lama.
Lengkapi perlindungan dengan topi bertepi lebar dan kacamata hitam yang memiliki perlindungan UV untuk membantu melindungi wajah, kulit, dan mata.
4. Atur Pola Makan agar Tubuh Tetap Bertenaga
Cuaca panas terkadang membuat nafsu makan berkurang. Meski demikian, tubuh tetap membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Konsumsilah makanan bergizi seimbang dengan porsi yang sesuai. Buah-buahan, sayuran, sumber protein, dan makanan yang mengandung karbohidrat dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tubuh.
Jika lebih nyaman makan dalam porsi kecil, kebutuhan tersebut dapat disesuaikan dengan pola makan sehari-hari. Pilihan camilan bergizi, seperti yoghurt, kacang-kacangan, dan buah segar, juga dapat menjadi alternatif.
Hindari mengonsumsi makanan secara berlebihan jika membuat tubuh terasa tidak nyaman. Yang terpenting, pastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi meskipun cuaca sedang panas.
5. Batasi Aktivitas di Bawah Terik Matahari
Paparan panas dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kelelahan akibat panas hingga heatstroke, yaitu kondisi darurat ketika tubuh mengalami gangguan serius dalam mengatur suhu.
Karena itu, usahakan membatasi aktivitas fisik di luar ruangan ketika matahari sedang terik. Jika memungkinkan, pilih waktu pagi atau sore hari untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan banyak tenaga.
Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, beristirahatlah secara berkala di tempat teduh atau ruangan yang sejuk. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dan hindari memaksakan diri ketika tubuh mulai terasa lelah.
Kenali tanda-tanda gangguan akibat panas, seperti sakit kepala, pusing, mual, kelemahan, dan keringat berlebihan.
Jika seseorang mengalami kebingungan, kejang, atau kehilangan kesadaran akibat paparan panas, kondisi tersebut harus dianggap sebagai keadaan darurat medis. Segera hubungi layanan kegawatdaruratan dan lakukan upaya pendinginan sambil menunggu pertolongan.
6. Tetap Berolahraga dengan Menyesuaikan Kondisi
Cuaca panas bukan alasan untuk sepenuhnya meninggalkan aktivitas fisik. Namun, jenis, durasi, dan waktu olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan.
Ketika suhu udara tinggi, olahraga di dalam ruangan yang sejuk dapat menjadi pilihan. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan antara lain yoga, latihan kekuatan, dan latihan kardio dengan intensitas yang sesuai kemampuan.
Jika tetap berolahraga di luar ruangan, pilih waktu ketika suhu lebih rendah, kurangi intensitas latihan, dan beristirahat secara berkala.
Hentikan aktivitas apabila muncul keluhan seperti pusing, mual, sakit kepala, atau kelemahan yang tidak biasa. Jangan memaksakan diri untuk menyelesaikan latihan ketika tubuh menunjukkan tanda-tanda kelelahan akibat panas.
Kenali Kondisi Tubuh dan Jangan Abaikan Gejala
Cuaca panas membutuhkan perhatian khusus terhadap kondisi tubuh, terutama bagi anak-anak, lansia, pekerja luar ruangan, serta orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Menjaga kecukupan cairan, mengenakan pakaian yang sesuai, melindungi kulit, mengatur pola makan, dan menyesuaikan aktivitas fisik merupakan langkah sederhana untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat panas.
Apabila muncul gejala yang mengarah pada gangguan akibat panas, segera hentikan aktivitas dan pindah ke tempat yang lebih sejuk. Jika keluhan tidak membaik atau semakin berat, segera cari pertolongan medis.
Khusus untuk gejala berat, seperti kebingungan atau kehilangan kesadaran, jangan menunda pertolongan darurat.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan saat cuaca panas bukan sekadar menghindari terik matahari, melainkan juga memahami kebutuhan tubuh dan mengetahui kapan harus beristirahat.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.


