Di MTs Negeri 1 Paiton, Lakpesdam MWCNU Paiton Tanamkan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan

  • Bagikan

Pewarta : Ibnu Abdillah

HarianJatim.Probolinggo.Com-  Momentum menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi spesial bagi siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Paiton, Probolinggo. Sebab siswa-siswi di Madrasah ini juga ikut memperingati hari agung tersebut, Senin (18-19/10/21) di Musalla MTs N 1 Probolinggo.

Kepala MTsN 1 Probolinggo H. Moh. As’adi menyampaikan, adanya kegiatan maulid yang di kemas dengan seminar dengan tema “Moderasi beragama untuk mewujudkan ukhuwah diniyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathaniyah” untuk memberikan tambahan wawasan kepada siswa-siswi MTs Negeri 1 Paiton.

“Belajar itu bukan hanya di dalam kelas. Tapi kegitan seperti ini juga bagian dari belajar. Tidak ada libur untuk belajar. Momentum kali ini harus kita jadikan media untuk menambah wawasan terkait moderasi beragama khususnya di Indonesia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sangat penting bagi kalian (siswa-siswi) untuk mendengarkan penyampaian materi dari narasumber, dan saya harap mencatat apa saja yang disampaikan oleh pemateri. Jangan lewatkan sedikitpun dari penyampaiannya.

“ini ilmu. Perhatikan dengan baik dan catat. Semoga nantinya menjadi ilmu yang barakah,” Imbuhnya.

Selanjutnya, Ponirin Mika Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton yang menjadi narasumber pertama mengatakan, ukhuwah diniyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathaniyah tidak akan di dapatkan oleh seseorang yang tidak memiliki sikap moderat di dalam keberagamaan.

“Moderasi beragama itu sikap jalan tengah dalam melaksanakan keberagamaan. Kalau ada kata tengah berarti ada yang di pinggir kanan dan ada yang di pinggir kiri,” katanya.

Ia melanjutkan, siapakah yang ada di pinggir kanan dan kiri tersebut?. Pria berkaca mata ini lebih lanjut menyampaikan, sikap tengah itu tidak ekstrim kanan dan tidak ekstrim kiri, dalam bahasa lain tidak radikal atau tidak konservatif.

“Terlalu bebas di dalam melaksanakan keberagamaan akan kebablasan. Terlalu tertutup pun akan mudah tersurut emosi dengan paham yang berbeda,” ungkapnya.

Sementara Bapak Babun Sugianto Koramil Paiton mengajak kepada siswa-siswi MTs N 1 Probolinggo agar menjaga keutuhan republik indosesia.

“Kita semua harus memiliki wawasan kebangsaan. Apabila wawasan kebangsaan itu terpatri dalam dada kita, maka kita akan terus menjaga kedaulatan bangsa,” pungkasnya.

Lebih lanjut Babun mengungkapkan, banyak orang yang tidak memiliki wawasan kebangsaan, padahal dia adalah orang indonesia sendiri pada akhirnya iapun tidak ikut menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara.

“Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ini yang disebut dengan wawasan kebangsaan,” katanya. (IB)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Explore the depths… proffound fistival. Frozen bounce house. 🏖️ ofertas punta cana.