Bukan Tempat Penampungan Tembakau Petani
Meski nantinya sudah selesai pembangunan KIHT, dipastikan tidak bisa menjadia penampungan hasil produksi tembakau milik petani.
Pemerintah Daerah memprioritaskan gedung bernilai miliaran itu untuk pemberantasan peredaran rokok ilegal. “Bukan untuk menampung tembakau petani, tapi lebih pada penegakan peredaran rokok ilegal,” jelas Agus Dwi Putra, Kepala Disperindag Sumenep.
Jika telah beroperasi, nantunya gedung tersebut ada semacam loket yang akan ditempati petugas Beacukai. Sehingga rokok yang diproduksi dipastikan legal.
“Jadi, saat keluara dari sana (gedung KIHT) semua rokok sudah bercukai semua meski beda merk,” jelasnya.
Baca Juga :
- BRANTA Rilis My Way Home, Lagu tentang Menemukan Arti Pulang
- Taneyan Farm di Sumenep Hadirkan Konsep Petik Sayur Langsung dari Pekarangan
- Gus Lilur Bangun Bisnis Batu Bara dan Budidaya Lobster di Vietnam, Tetap Desak Rais Aam PBNU Mundur
- Kapolresta Sumenep Cek SPBU Gedungan, Warga Diminta Tak Borong BBM
- STIE Cendekia Bojonegoro dan UMSIDA Resmi Luncurkan Program Kosabangsa 2026 di Desa Malingmati
(Jd/Wait)


