Urgensi Kesantunan Berbahasa di Dunia Maya

  • Bagikan
Foto : Ilustrasi/Antara

Kesantunan berbahasa adalah hal yang memperlihatkan kesadaran akan martabat orang lain dalam berbahasa, baik pada saat menggunakan bahasa lisan maupun bahasa tulis. Kesantunan berbahasa menjadi hal penting yang dapat digunakan seseorang dalam berkomunikasi agar lawan bicaranya tidak merasakan adanya tekanan, rasa disudutkan, serta rasa tersinggung. Jadi, dengan menyadari adanya kaidah-kaidah dalam berbahasa, pembicara dan lawan bicara seharusnya mengerti bahwa tindakan, penggunaan bahasa, dan interpretasinya terhadap tindakan dan ucapan lawan bicara diatur oleh kesantunan berbahasa.

Kemajuan teknologi terutama dalam dunia maya secara tidak langsung juga dapat memberikan pengaruh pada penggunaan bahasa saat berinteraksi dengan lawan bicara. Berinteraksi melalui media sosial juga turut menggunakan bahasa. Apabila salah dalam penyampaiannya, maka akan timbul perbedaan tafsiran oleh lawan bicara, sehingga pengguna media sosial dituntut untuk dapat bertindak dan bertutur secara baik dan santun.

Baca Juga :  Sihir Valen, Etnisitas dan Pejabat Publik

Di zaman modern seperti ini banyak generasi penerus bangsa yang belum atau tidak mementingkan kesantunan dalam berbahasa atau prinsip dalam kesantunan berbahasa. Hal ini menyebabkan terjadinya fenomena ketidaksantunan berbahasa di dunia maya yang dapat dilihat dari penggunaan bahasa yang cenderung kasar. Penggunaan bahasa seperti ini dapat dikatakan sebagai bentuk kekerasan verbal. Bentuk-bentuk ketidaksantunan yang terdapat di dunia maya akan berdampak negatif pada pengguna atau masyarakat. Salah satunya yaitu menimbulkan tindakan cyberbullying (perundungan dunia maya).

Baca Juga :  Sihir Valen, Etnisitas dan Pejabat Publik

Berbagai teori mengatakan bahwa selama ada bahasa selama itu ketidaksantunan bahasa akan mengikuti, karena bahasa hanya bisa diucapkan oleh manusia dan manusia merupakan makhluk yang memiliki akal, pikiran, hati, dan perasaan, juga emosi. Namun, sebagai makhluk yang diberi akal pikiran dan budi pekerti, manusia tetap memiliki aturan dalam berkomunikasi. Seseorang seharusnya dapat memilih kata-kata yang santun ketika berkomunikasi.

Kesantunan berbahasa memberikan gambaran sifat dan kepribadian pemakainya. Seseorang yang berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang santun mencerminkan sifat dan kepribadiannya yang baik. Demikian juga sebaliknya, jika seseorang dalam berkomunikasi menggunakan bahasa yang tidak sopan akan mendeskripsikan sifat dan kepribadiannya yang tidak baik. Semua orang tentunya tidak ingin dinilai jelek oleh orang lain. Maka dari itu, kesantunan berbahasa sangat penting untuk menghindari kesalahan seseorang dalam menilai kepribadian kita. Bukan untuk kepentingan pencitraan, namun memang sepantasnya para generasi penerus bangsa memiliki etika berbahasa yang baik sehingga pihak luar mau bekerja sama dengan bangsa ini menuju kesejahteraan yang hakiki.

Baca Juga :  Sihir Valen, Etnisitas dan Pejabat Publik

Penulis : Ine Natasya Widyandari | Siswi SMAN 1 Kepanjen

Selalu ikuti berita terkini Harianjatim.com melalui kanal Telegram “Harian Jatim [dot] Com”. Klik https://t.me/harianjatim untuk bergabung.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Booking todo incluido ofertas al caribe.