Reporter : Waid
Surabaya-harianjatim.com. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan sangat puas bekerja sama dengan 17 kepala daerah yang memimpin kabupaten/kota masing-masing selama setahun terakhir.
“Hari ini tepat setahun lalu 17 kepala daerah di Jatim dilantik. Mereka layak menerima ‘rapor biru’ atau sangat memuaskan,” ujarnya di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Ponorogo, Sabtu.
Sebanyak 17 daerah yang baru setahun memiliki pemimpin baru tersebut yakni Trenggalek, Sumenep, Situbondo, Ngawi, Banyuwangi, Ponorogo, Blitar, Kota Blitar, Kota Pasuruan, Malang, Mojokerto, Jember, Sidoarjo, Kediri, Lamongan, Gresik serta Kota Surabaya.
Dalam siaran pers yang diterima di Surabaya, Gubernur Khofifah berterima kasih kepada para kepala daerah yang sudah sangat baik menjaga pola koordinasi serta menjalankan tugas demi kesejahteraan rakyatnya.
“Semoga sinergitas dan kolaborasi akan terus terbangun dengan baik sehingga bisa mempercepat pembangunan di daerah dan ekonomi masyarakat,” ucap dia.
Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang berhasil mencapai angka 4,59 persen (yoy) pada triwulan IV tahun 2021 menjadi salah satu bukti bahwa “rapor biru” bukan hanya untuk Pemprov.
Sebab, kata dia, di tengah tekanan pandemi COVID-19 ini kontraksi ekonomi merupakan ancaman nyata dan berhasil dilewati atas kolaborasi bersama-sama Pemprov dan pemerintah kabupaten/ kota.
Terlebih dalam pertumbuhan ekonomi itu juga diiringi penurunan ketimpangan ekonomi secara signifikan dari 0,374 persen menjadi 0,364 persen.
“Artinya, pertumbuhan ekonomi secara kumulatif di Jatim ini juga diiringi dengan pemerataan ekonomi di seluruh kabupaten/kota di Jatim,” kata Khofifah yang juga tercatat sebagai salah seorang Ketua PBNU tersebut.
Gubernur Khofifah juga berharap ke depan visi dan misi serta program-program yang telah dicanangkan oleh 17 kepala daerah dan wakilnya bisa terlaksana sesuai yang tertuang pada rencana strategis.
Apalagi, lanjut dia, pihaknya telah melihat kreativitas dan inovasi yang dilakukan kepala daerah daerah dan terbukti atas prestasi dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat serta lembaga lainnya.
“Saya telah berkeliling dan menyaksikan bagaimana kepala daerah bersama wakilnya membangun daerahnya di tengah pandemi saat ini. Banyak inovasi yang telah dilakukan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
“Sekali lagi saya sampaikan selamat. Semoga ke depan semua program-programnya terlaksana dengan baik sehingga masyarakat semakin sejahtera,” kata Khofifah menambahkan.
Vaksinasi Covid-19 untuk lanjut usia (lansia) di Kabupaten Sumenep, hampir mencapai 90 persen.
“Berdasarkan data yang tercatat sampai Februari 2022, capaian vaksinasi lansia sekarang sudah 84,81 persen,” ujar Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, SH.
Ia menuturkan, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama pihak terkait terus melakukan percepatan vaksinasi demi mewujudkan kekebalan komunal (Herd Immunity) terhadap Covid-19.
“Bagi masyarakat yang belum divaksin, kami mengimbau agar segera bervaksin,” tuturnya, Jum’at (25/02/2022).
Sedangkan data keseluruhan, untuk capaian vaksinasi dosis 1 di Kabupaten Sumenep sudah mencapai 76,07 persen.
“Sedangkan dosis kedua baru mencapai 38,33 persen. Kami upayakan secara maksimal capaiannya akan terus meningkat,” paparnya.
Sementara capaian vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun, di Kabupaten Sumenep baru mencapai 4,47 persen.
“Vaksin Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun ini kan baru dimulai. Jadi capaiannya masih sedikit, baru 4,47 persen,” ungkapnya.
Sumber : Antara

