Mesteri Hilangnya Siswa SD di Sumenep Belum Terungkap, Anjing Pelacak Cium Bau Samaran

  • Bagikan
Anjing pelacak yang didatangkan dari Polda Jatim saat melakukan penyisuran siswa SD yang hilanh di Sumenep. (Foto : Hms)

Reporter : Junaidi

Sumenep-harianjatim.com. Hilangnya siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang dikabarkan terbawa arus sungai, Sabtu, (19/3/2022) lalu belum terungkap.

Proses pencarian terus dilakukan, kini pihak Kepolisian memakai anjing pelacal (K-9) untuk mencari Fidya Talitatus Shofiyah itu. Terdapat dua Anjing pelacak yang diturunkan dalam pencarian bocah 8 tahun itu didatangkan dari Polda Jatim dengan jumlah unit satwa 4 orang.

“2 ekor anjing pelacak, anjing warna hitam atas nama Ketry dan anjinh waena coklat atas nama Princes,” kata AKP Widiarti, Kasi Humas Polres Sumenep, Senin,

Baca Juga :  KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Korupsi Kuota Haji

Baca Juga : Pulang Ngaji, Siswa SD di Sumenep Dikabarkan Hilang Terhanyut Arus

Menurutnya, pencarian dilakukan mulai titik pertama kejadian atau di hulu sungai batas desa hinga hilie sungai batas Desa Kebundadap Barat dengan Desa Kebundadap Timur, yang meliputi sekitar dermaga, Anjungan Perahu Rakyat dekat, belakang Asta Nyadar yang terhubung dengan Muara Sungai Saroka.

“Panjang sungai yang dilakukan pelacakan atau penyisiran berjarak kurang lebih 900 Meter,” katanya.

Baca Juga :  Konflik KKP vs ESDM Soal IUP Pasir Laut Akhirnya Usai, Gus Lilur Angkat Bicara

Baca : Belum Ditemukan, Polisi Pakai Anjing Pelacak Cari Siswa SD yang Hilang Terseret Arus

Widi sapaat akrabnya Widiarti mengatakan, saat pelacakan pada titik tumpukan sampah bercampur lumpur dekat Jembatan Asta Nyadar atau sebelum masuk gorong – gorong yang mengarah ke sungai anjing pelacak menunjukkan kegiatan penciuman dan mengali-gali tumpukan namun tanpa menggonggong. Sehingga dilakukan penggalian secara manual oleh masyarakat.

“Akan tetapi korban tidak diketemukan dan dimungkinkan bau yang duendus adalah bau samaran,” ungkap dia.

Baca Juga :  Seret Eks Menag Yaqut, Gus Lilur Desak KPK Transparan soal Aliran Dana Kasus Korupsi Kuota Haji

Sementara penentuan lokasi pencarian menggunakan K-9 sambung Widi dilakukan berdasarkan dugaan atau kecurigaan masyarakat. Sebab, masyarakat berkeyakinan korban diperkirakan tidak sampai hanyut ke Laut, namun masih berada disepanjang aliran sungai tersebut yang masih banyak tumpukkan sampah campur lumpur.

“Pelaksanaan pencarian sampai dengan pukul 17.00 Wib masih belum ditemukan tanda-tanda diketemukan jasad korban, sehingga pencarian dihentikan,” ucap dia.

Baca Juga Pria di Sumenep Dibacok di Hadapan Isterinya hingga Tewas

(Jd/Wd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
essential tools for website and social media. Booking todo incluido ofertas al caribe.