Reporter : Ponirin Mika
Probolinggo.HarianJatim. Com-Sambut halaqah fikih peradaban yang akan di gelar 02 Oktober 2022, Pondok Pesantren Nurul Jadid mengadakan kegiatan pra halaqah. Kamis (29/09/22) di Aula Mini Pesantren.
“Kegiatan pra halaqah ini dimaksudkan agar pembahasan materi pada pelaksanaan halaqah pada 02 Oktober nanti lebih siap,” kata Dr. Syamsuri Hasan saat membuka acara pra halaqah pagi tadi.
Selanjutnya, Ia menegaskan bahwa pra halaqah tersebut untuk memperdalam tema yang menjadi pilihan pesantren Nurul Jadid pada halaqah di maksud.
“Tema yang diambil Pesantren Nurul Jadid adalah Fikih Siyasah dan Tatanan Dunia Baru,” lanjutnya.
Syamsuri menambahkan, peserta yang 25 orang ini diambil sebagai delegasi dari lintas forum. Pasalnya, pada kegiatan pra halaqah diharapkan mampu memberikan pandangan atau gagasan berkait fikih Siyasah dan Tatanan Dunia Baru.
“Kita berharap peserta yang di undang saat ini untuk memberikan pandangan-pandangannya sesuai tema yang di bahas,” katakat
Bahkan, menurut Syamsuri pembahasan fikih siyasah sesuatu yang baru di sebagian pondok. Biasanya hanya membahas tentang fikih ibadah, muamalah, jinayah,” tegasnya.
Senada dengan hal itu, Gus Fayyadl menuturkan pilihan tema yang diambil Pesantren Nurul Jadid sangat bagus.
“Tema yang di ambil Pesantren Nurul Jadid sangat bagus dan menarik untuk di gali lebih dalam,” pungkasnya.
Gus Fayyadl yang bertugas sebagai pemantik memberikan pandangannya tentang fikih Siyasah dan Tatanan Dunia Baru dengan mengutip referensi kitab klasik dan sejarah peradaban dunia.
“Ini pembahasan yang sangat menarik. Tentu tema ini di ambil berdasarkan kajian yang mendalam,” kata Gus Fayyadl
Selanjutnya acara ini akan meriah pada halaqah fikih peradaban dalam menyambut satu abad Nahdlatul Ulama pada 02 Oktober nanti.
“nanti akan kita bahas lebih detai lagi dan mendalam pada kegiatan halaqah. Saat ini pra halaqah hanya sebagai pemanasan saja,” terangnya Syamsuri.

