Reporter : Ryan
Pamekasan-harianjatim.com. Pemerintah Kabupaten Pemekasan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) meluncurkan progam Tim Bunting Serentak atau Tim Buser. Program tersebut merupakan inovasi baru dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala DKPP Pamekasan, Ajib Abdullah mengatakan, diluncurkannya program itu untuk mempercepat layanan yang efektif dan efesien pada pemilik sapi untuk memeriksa kebuntingan sapi yang telah mendapat inseminasi buatan.
“Karena petugas kita terbatas, jadi tidak mungkin dilakukan kandang ke kandang, makanya ada inovasi ini untuk mengumpulkan sapi-sapi di desa binaan masing-masing,” katanya, sebagaimana dilansir harianjatim.com dari laman websie Pemkab Pemekasan, baru-baru ini.
Nantinya kata dia petugas akan melakukan kegiatan pemeriksaan sapi dan kegiatan lainnya akan dilakukan dengan cara dikumpulkan dalam satu tempat di desa binaan. Sehingga pelayanan bisa efektif, efesien dan cepat seiring petugasnya yang terbatas.
“Pemeriksaan kebuntingan dilaksanakan secara massal dan serentak, serta melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang tidak berhasil bunting setelah inseminasi buatan. Sehingga, apabila mengalami gangguan reproduksi bisa segera diobati. Supaya bisa diinseminasi buatan lagi,” tegas dia.
Program itu juga untuk memperpendek jarak kelahiran sapi untuk mendukung ketahanan daging nasional. Dalam kegiatan itu tidak sebatas pemeriksaan kebuntingan, melainkan pemeriksaan betina produktif, bantuan pengobatan gratis, pelayanam inseminasi buatan, dan kegiatan lainnya.
“Program ini, dalam satu waktu bisa melayani beberapa jenis layanan, otomatis populasinya meningkat karena produktifitasnya meningkat, pendapatan peternak meningkat, dan sejahtera,” ucap dia.
Menurutnya, program tersebut telah terintegrasi dengan beberapa program lainnya yang mendorong peningkatan jumlah kelahiran hewan. Salah satunya, program inseminasi satu tahun satu kelahiran (Intan Satu Saka), dan beberapa program lainnya.
“Petugas yang terjun ke lapangan telah memiliki surat izin resmi dan dinyatakan kompeten dalam melakukan pemeriksaan,” ujar dia.
Baca Juga : Kondisi Ekonomi Global Terancam “Gelap” Pada Tahun 2023, Apakah Indonesia Telah Siap?
(Ry/Red)


