Resisi Global Mengancam, Politisi PPP Minta Pemkab Kreatif Tumbuhkan Ekonomi Daerah

  • Bagikan
Politisi PPP Sumenep H. Latib (Foto: facebook Latif Lisa)

Reporter : Junaidi

Sumenep-harianjatim.com. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur meminta Pemerintah setempat untuk lebih kreatif dan inovatif untuk menunmbuh kembangkan sektor ekonomi kreatif.

Hal itu sebagai antisipasi terjadinya resesi ekonomi global akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi di Negara besar seperti Amerika, China dan Uni Eropa.

“Harus ada antisipasi, agar tidak berefek pada pederitaan rakyat yang ditandai dengan massifnya angka kemiskinan, termasuk munculnya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan lainnya. Ini perlu ada langkah preventif,” kata Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, H. Latib.

Apabila pertumbuhan ekonomi terus melambat, kata dia tidak menutup kemungkinan resesi ekonomi global juga berdampak ke Indonesia, termasuk merambah ke Kota Sumekar ini. Sehingga, duperlukan langkah antisipasi sejak dini agar tidak berdampak fatal bagi kehidupan ekonomi masyarakat.

Ketua Fraksi PPP ini mengungkapkan, pemerintah harus berpikir pada penekanan inflasi di tengah masyarakat. Yakni, salah satunya dengan membangun ekonomi model baru, termasuk menggerakkan sektor-sektor baru dalam perekonomian.

“Membangun sektor baru dibidang perekonomian kita. APBD juga tidak lagi berpikir hanya sebatas infrastruktur melainkan sektor lain yang bisa menkan inflasi,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya mengusulkan revitalisasi penguatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satunya, mengembalikan Pedagang Kaki Lima (PKL) ke Taman Adipura. Namun, dibuat dengan pola baru dengan tidak menghilangkan kesan keindahan Taman Adipura ini.

“Gerak ekonomi lebih cepat di tempat ini. Namun, malam bisa berjualan, tapi subuh semua lapak juga sudah harus menghilang dari taman adipura ini. Dan, lainnya,” ucapnya.

Pada substansinya, menurut H. Latib, pemerintah harus berperan aktif ikut mendorong pergerakan ekonomi utamanya berkaitan kebijakan pemerintah pusat. Sementara juga mencari formula kebijakan yang mampu menggerakkan ekonomi untuk peningkatan pendapatan masyarakat.

“Pemerintah tidak boleh berpangku tangan dengan resesi global yang akan mengancam. Kebijakan harus mampu bermuara mengatasi reses global ini,” tuturnya.

Pria dengan penampilan nyentrik ini menambahkan, masyarakat hendaknya cerdas mengatur pengeluaran untuk saat. Upayakan memiliki atau melakukan investasi yang aman di tengah ancaman resesi global dunia ini.

Baca Juga : Sempat Defisit, APBD Sumenep 2022 Kini Berimbang

(Jd/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90