Magetan-harianjatim.com. Jelang Hari Raya Idul Fitri, Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKS, Riyono keliling dapil memastikan ketersediaan pangan dan kebutuhan minyak untuk rakyat aman dan harga terjangkau.
Riyono memastikan kebutuhan sembilan bahan pokok strategis mulai beras, minyak, gula, tepung, daging, ikan, cabai, telur harus selalu tersedia.
“Mulai awal Ramadhan saya sudah keliling memantau harga bahan pokok di pasar tradisional, memastikan HET untuk beras, minyak terkendali,” papar Riyono Caping Anggota legislatif PKS dapil 7 jatim.
Pangan strategis cukup tersedia dan aman secara harga, dua pekan Ramadhan berjalan untuk daya beli masyarakat dan ketersediaan pangan masih aman.
“Daya beli memang sedikit menurun, keterangan pedagang kecil di pasar Kawedanan, bahwa pasar agak sepi dan belum nampak keramaian menjelang Lebaran Idul Fitri,” kata Riyono.
Dalam kunjungan dapil, Riyono kembali ke pasar kecil untuk memastikan 10 hari menjelang Lebaran Idul Fitri bahwa harga harus tetap stabil. Pengecekan dilakukan di pasar dan juga gudang atau toko grosir yang menjual dalam partai besar kebutuhan sembako.
“Sabtu, 14 Maret saya sejak pagi sudah blusukan ke pasar kecil di Magetan untuk cek harga-harga. Memang ada kenaikan, daging ayam yang biasanya 30.000 menjadi 35.000-36.000 ribu/kg. Cabai kerinting naik dari biasanya 40.000-50.000 ribu menjadi 80.000 ribu. Beras masih stabil, 13.000-14.000 ribu/kg. Pas saya tanya minyak kita ternyata barang sudah gak seminggu lebih, dan harganya di atas HET,” papar Riyono.
Untuk memastikan harga dan ketersediaan minyak kita Riyono juga cek kembali ke pasar yang lebih besar di Magetan, pasar sayur dengan pedagang lebih dari 1000 an orang. Hasil pertemuan dengan kepala pasar dan keliling ke lapak-lapak pedagang memang untuk minyak kita sudah gak ada.
Riyono menyimpulkan bahwa bisa dipastikan untuk minyak kita memang kosong, akhirnya Riyono langsung ke Bulog wilayah 3 yang ada di Ponorogo untuk Kordinasi dan bertemu pimpinan. Pertemuan menghasilkan solusi bahwa minggu 15 Maret 2026 minyak kita akan di suplai ke Magetan. Respon cepat Bulog perlu di dampingi dan di apresiasi.
“Bulog memang tenaga terbatas, kami bantu dengan informasi dan fakta di lapangan. Solusinya ada dan belum 24 jam minyak kita langsung di suplai ke pasar Kawedanan dan pasar sayur Magetan,” tambah Riyono.


