Heboh, Relawan SPPG Ngumpul Pasang Story Whatsapp Tak Pantas Tuai Berbagai Komentar Masyarakat

  • Bagikan

Ponoroogo, Harianjatim.com – Heboh dan jadi perbincangan di masyarakat, seorang relawan SPPG Ngumpul Balong Ponorogo pasang story whatsapp yang tak pantas dan tak semestinya akhirnya tuai berbagai komentar dari masyarakat dan wali murid penerima MBG.

Unggahan story Whatsapp itupun akhirnya dilihat dan tersebar oleh warga masyarakat dan jadi bahan pembicaraan oleh sejumlah masyarakat dan wali murid para penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditangani oleh SPPG Ngumpul Balong Ponorogo.

Pengunggah strory whatsapp yang tak pantas dan tak semestinya itu adalah perempuan berinisial U yang .erupakan relawan SPPG Ngumpul Balong Ponorogo.

Dalam unggahan tersebut memperlihatkan rasa kekesalan dari inisial U tersebut kaitan pekerjaannya dan siapa yang disiapkan untuk yang memakan MBG tersebut.

“Muleh gek bobok. Sing nyiapne²sopo ? Sing gawe sopo ? Sing oleh sopo ? Sing mangan yo sopo,” tulis inisial U dalam story whatsapp nya.

Unggahan itupun mendapat komentar dan tanggapan beragam dari masyarakat yang melihat story whatsapp inisial U yang menjadi relawan SPPG Ngumpul tersebut.

Salah satunya dari warga yang sekaligus wali murid yang tidak mau disebutkan namanya. Ia mengatakan bahwa story whatsapp kaitan keluhan sebagai relawan SPPG itu sebenarnya tidak pas diungkapkannya. Karena ia sudah bersedia menjadi relawan dan harus menerima segala resikonya.

“Seharusnya inisial U itu tidak seharusnya berkata seperti itu, kalau memang tidak sanggup dan merasa keberatan menyiapkan makanan bagi anak-anak kami dalam bentuk MBG, ya sudah berhenti saja jadi relawan,” terangnya.

Wali murid salah satu TK yang tidak mau disebutkan namanya itupun juga menyayangkan dengan tulisan relawan SPPG Ngumpul itu, yang dirasa kata-katanya kasar buat kami-kami wali murid penerima MBG dan anak-anak-anak kami yang memakan MBG tersebut.

“Masa ia buat story whatsapp dengan nada kasar yang kami anggap itu, seperti sing nyiapne sopo, sing gawe sopo, sing oleh sopo, sing mangan yo sopo. Itu kalau adat ketimuran kita sebagai orang jawa tidak pas dan tidak pantas diucapkan sebagai relawan SPPG sebenarnya,” ungkapnya.

Wali Murid itupun juga berharap, kedepan untuk para relawan SPPG Ngumpul di didik mulai dari sopan santun, adab dan cara bicaranya dengan para penerima MBG tanpa ada unsur menyinggung.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Wassce 2025 english questions pdf – full breakdown and practice guide.