Dongeng sebagai Healing: Cara Anak Pulih dari Trauma

  • Bagikan
Istri Mendikbud, Franka Nadiem Makarim, mendongeng tentang kisah ‘Si Kancil’ di hadapan anak-anak sekolah dasar (SD) di acara Hari Mendongeng Nasional di Perpustakaan Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11). (foto: detik.net.id)

|| Penulis: Shazcia Ananda Rizki*

Anak-anak memahami dunia bukan melalui logika, tetapi melalui cerita.” Kutipan ini menunjukkan bahwa dongeng lebih dari sekadar hiburan. Dalam proses pemulihan trauma, cerita menjadi sarana yang aman bagi anak untuk mengenali emosi, membangun harapan, dan menemukan rasa aman kembali.

Trauma pada anak adalah kondisi psikologis yang muncul akibat pengalaman menyakitkan atau mengejutkan, seperti kehilangan orang terdekat, kekerasan, atau lingkungan yang tidak aman. Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak sering kali belum mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Akibatnya, tanda trauma lebih banyak terlihat melalui perubahan perilaku dan emosi. Anak dapat menjadi lebih pendiam, mudah marah, cemas berlebihan, atau bahkan menarik diri dari lingkungan sosial. Jika tidak ditangani dengan baik, trauma dapat memengaruhi perkembangan emosional, sosial, dan kepercayaan diri anak dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pendekatan yang sesuai dengan dunia anak diperlukan untuk membantu mereka memahami dan memproses pengalaman trauma.

Dongeng merupakan hiburan yang dekat dengan dunia anak. Aneka cerita ini juga menjadi sarana healing yang efektif dalam membantu mereka menghadapi trauma. Sifat imajinatif dan simboliknya membuat anak lebih mudah memahami cerita dibandingkan penjelasan langsung yang sering terasa abstrak. Lewat tokoh-tokoh dalam dongeng, anak dapat melihat representasi perasaan mereka tanpa merasa terancam atau dihakimi. Konflik dan penyelesaian dalam cerita memberikan gambaran bahwa setiap masalah memiliki jalan keluar. Hal ini menumbuhkan harapan dan rasa aman. Selain itu, dongeng menciptakan ruang yang nyaman bagi anak untuk mengeksplorasi emosi mereka secara tidak langsung. Ini menjadikannya sebagai sarana komunikasi yang lembut, tetapi bermakna dalam proses penyembuhan.

Dalam proses pemulihan trauma, dongeng tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Cerita ini juga menjadi alat terapeutik yang membantu anak mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka. Anak dapat belajar memahami perasaan seperti takut, sedih, atau marah melalui pengalaman tokoh dalam cerita. Selain itu, dongeng membuat anak merasa tidak sendirian, karena mereka melihat bahwa tokoh dalam cerita juga menghadapi kesulitan serupa. Namun, efektivitas dongeng sangat bergantung pada peran orang dewasa sebagai pendamping. Orang tua atau guru perlu menyampaikan cerita dengan empati, serta mengajak anak berdiskusi ringan agar pesan dalam dongeng dapat dipahami dengan baik. Dengan pendekatan yang tepat, dongeng dapat menjadi jembatan yang membantu anak bangkit dan pulih dari luka batin mereka.

Sebagai penutup, dongeng merupakan hiburan yang memiliki kekuatan lebih dari sekadar menyenangkan anak. Cerita-cerita ini menjadi sarana penyembuhan yang efektif karena mampu menghadirkan ruang aman bagi anak untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka setelah mengalami trauma. Melalui tokoh dan alur cerita, anak belajar bahwa rasa takut, sedih, dan marah adalah hal yang wajar, serta setiap masalah memiliki jalan keluar. Dengan pendampingan yang penuh empati dari orang dewasa, dongeng dapat menjadi jembatan yang membantu anak membangun kembali rasa aman, harapan, dan kepercayaan diri. Oleh karena itu, pemanfaatan dongeng sebagai media penyembuhan tidak hanya relevan, tetapi juga penting dalam mendukung proses pemulihan trauma pada anak.


|| * Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia – Universitas Muhammadiyah Malang


Daftar Pustaka

Demillah, A. (2019). Peran film animasi Nussa dan Rara dalam meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam pada pelajar SD. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 106–115.

Ruby Moka Yoga Dirgantara, Karlimah, & Ahmad Mulyadiprana. (2022). Attadib: Journal of Elementary Education, 6(1), Juni 2022.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Start growing your traffic with our automated ad infrastructure.