Muhammadiyah Jatim Perkuat Standar LKSA Lewat Bimtek di Jember

  • Bagikan
Ketua MPKS PWM Jawa Timur M. Himawan Sutanto menyampaikan materi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Monitoring Evaluasi (Monev) Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Wilayah V di Universitas Muhammadiyah Jember, Sabtu (27/6/2026). (foto: for harianjatim)

Reporter: harianjatim

Jember-harianjarim.com. Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mulai memperkuat standar pengelolaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) melalui bimbingan teknis dan monitoring evaluasi yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini menjadi tahap awal pembinaan bagi LKSA Muhammadiyah di berbagai daerah di Jawa Timur.

Sebanyak 62 peserta yang terdiri atas pengurus Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan pengelola LKSA dari Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Jember, serta Banyuwangi mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua MPKS PWM Jawa Timur M. Himawan Sutanto mengatakan, kawasan tapal kuda dipilih sebagai lokasi pertama sebelum pembinaan serupa dilaksanakan di wilayah lain. Menurut dia, penyamaan pemahaman mengenai tata kelola lembaga diperlukan agar layanan pengasuhan anak berjalan sesuai standar.

“LKSA tidak cukup hanya menjalankan fungsi sosial, tetapi juga harus memiliki tata kelola yang baik, memenuhi aspek legalitas, dan mampu mempertanggungjawabkan layanan yang diberikan kepada masyarakat,” kata Himawan.

Anggota Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Jember, drh. H. Puput Ridjalu Widjaja, yang mewakili rektor, menilai penguatan kapasitas LKSA penting karena lembaga tersebut memiliki peran dalam memberikan pengasuhan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak.

Dalam bimbingan teknis itu, peserta memperoleh materi mengenai penguatan kelembagaan, mulai dari aspek legalitas, administrasi, hingga manajemen organisasi. Diskusi juga mengemuka terkait berbagai kendala yang masih dihadapi pengelola LKSA dalam memenuhi standar penyelenggaraan layanan kesejahteraan sosial.

Materi lainnya membahas instrumen monitoring, evaluasi, dan akreditasi LKSA. Peserta mengikuti simulasi proses penilaian dengan berperan sebagai asesor maupun asesi untuk memahami indikator penilaian serta dokumen yang harus dipenuhi dalam proses akreditasi.

Melalui pembinaan tersebut, MPKS PWM Jawa Timur berharap kualitas tata kelola LKSA Muhammadiyah semakin meningkat sehingga layanan pengasuhan anak dapat berlangsung lebih profesional, akuntabel, dan sesuai dengan standar nasional.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com

Download sekarang!

(red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Nordicnodes | professional saas tools for everyone.