Reporter: harianjatim
Nganjuk-harianjatim.com. SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk menjalani Visitasi Muhammadiyah Future School (MFS) sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu eksternal yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan strategi pengembangan sekolah agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Visitasi dipimpin oleh asesor Dr. Endang Suprapti, S.Pd., M.Pd. dan dihadiri Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Kabupaten Nganjuk Dr. Khasbunallah, kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk.
Dalam pelaksanaannya, tim asesor melakukan penilaian terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari tata kelola sekolah, proses pembelajaran, kepemimpinan, budaya mutu, hingga inovasi yang dikembangkan sebagai bagian dari implementasi konsep Muhammadiyah Future School.
Asesor memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian yang telah diraih sekolah. Namun, sejumlah rekomendasi strategis juga disampaikan agar SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan yang ditawarkan.
Salah satu rekomendasi yang menjadi perhatian adalah pengembangan produk unggulan berbahan dasar tanaman cincau. Selama ini tanaman tersebut dimanfaatkan sebagai penghijauan di lingkungan sekolah, tetapi dinilai memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran kewirausahaan.
Pengolahan tanaman cincau menjadi produk siap jual dinilai dapat menjadi media belajar berbasis proyek (project-based learning) sekaligus memperkuat identitas sekolah melalui inovasi yang berangkat dari potensi lokal.
Selain pengembangan produk unggulan, tim asesor juga mendorong sekolah memperluas implementasi bisnis digital. Menurut tim, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana membangun jiwa kewirausahaan peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri saat ini.
Rekomendasi lainnya menyangkut optimalisasi sarana dan prasarana sekolah. Gedung yang dinilai representatif diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan kantin modern yang tidak sekadar menjadi tempat penyedia makanan sehat, tetapi juga ruang praktik kewirausahaan bagi peserta didik.
Di sisi lain, aspek penataan lingkungan sekolah turut menjadi perhatian. Tim asesor menyarankan pembenahan gerbang utama sekolah agar tampil lebih terbuka, ramah, dan memberikan kesan menyambut bagi masyarakat.
Menurut tim, wajah depan sekolah merupakan salah satu elemen penting dalam membangun citra lembaga pendidikan. Gerbang yang representatif diyakini mampu meningkatkan daya tarik sekolah di tengah persaingan penerimaan peserta didik baru.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk menyambut positif seluruh masukan yang diberikan selama proses visitasi. Berbagai rekomendasi tersebut akan dijadikan bahan evaluasi dalam penyusunan program pengembangan sekolah pada masa mendatang.
“Visitasi ini bukan sekadar proses penilaian, tetapi menjadi ruang pembinaan yang memberikan arah bagi sekolah untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi,” ujarnya.
Melalui program Muhammadiyah Future School, SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk berkomitmen memperkuat budaya mutu, mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta membentuk lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter Islami, dan memiliki kemampuan beradaptasi menghadapi tantangan masa depan.
Jika akan diterbitkan di media online, artikel ini sudah mengikuti gaya penulisan berita lurus ala Kompas.com dengan struktur lead, nutgraf, pendalaman, dan penutup yang berorientasi pada makna peristiwa, bukan sekadar laporan kegiatan.


