Reporter : harian jatim
Malang-harianjatim.com. Penguatan demokrasi tidak hanya bertumpu pada negara dan penyelenggara pemilu. Masyarakat sipil yang mampu membangun kolaborasi dan mengawal kebijakan publik juga menjadi pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Perspektif itu mengemuka dalam perkuliahan Mata Kuliah Manajemen Jejaring Sosial Masyarakat Sipil yang diselenggarakan Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (10/7/2026). Perkuliahan menghadirkan praktisi dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Heroik Mutaqin Pratama, M.IP., untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan jejaring masyarakat sipil.
Di hadapan mahasiswa, Heroik menjelaskan bahwa organisasi masyarakat sipil memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kepentingan publik dan pengambil kebijakan. Keberadaannya tidak hanya mengawal proses demokrasi, tetapi juga mendorong lahirnya kebijakan yang lebih partisipatif, inklusif, dan berpihak pada masyarakat.
“Demokrasi yang sehat tidak hanya bergantung pada negara atau penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan masyarakat sipil yang kuat, independen, serta mampu membangun jejaring kolaboratif dalam mengawal kepentingan publik,” kata Heroik.
Menurut dia, jejaring sosial tidak dapat dipahami sebatas aktivitas di ruang digital. Jejaring merupakan hubungan yang dibangun antarkomunitas, organisasi, akademisi, media, hingga pemerintah melalui pertukaran informasi, pengetahuan, sumber daya, dan dukungan untuk mencapai tujuan bersama.
Jejaring yang terbangun dengan baik, lanjut Heroik, akan memperkuat efektivitas advokasi, memperluas dukungan publik, sekaligus meningkatkan posisi tawar masyarakat sipil dalam proses penyusunan maupun pengawasan kebijakan.
Dalam perkuliahan tersebut, mahasiswa juga mempelajari berbagai strategi membangun jejaring, mulai dari membangun kepercayaan (trust building), menyusun visi bersama, mengelola komunikasi, hingga menyatukan beragam kepentingan dalam sebuah koalisi.
Perkembangan teknologi digital juga menjadi perhatian dalam diskusi. Heroik menilai media sosial telah membuka ruang partisipasi yang semakin luas bagi masyarakat untuk mengampanyekan berbagai isu publik. Namun, ruang digital juga menghadirkan tantangan berupa disinformasi, polarisasi politik, ujaran kebencian, dan ancaman keamanan digital yang harus diantisipasi organisasi masyarakat sipil.
Selain itu, mahasiswa diperkenalkan pada konsep social mapping atau pemetaan sosial sebagai instrumen untuk memahami karakteristik masyarakat. Melalui pemetaan tersebut, organisasi masyarakat sipil dapat mengidentifikasi aktor-aktor berpengaruh, jaringan komunikasi, hingga pola penyebaran informasi politik di tingkat komunitas sehingga strategi komunikasi publik dapat disusun secara lebih tepat sasaran.
Dosen pengampu mata kuliah, Ahmad Mujahid Arrozy, M.Sos., mengatakan kolaborasi dengan praktisi menjadi bagian dari upaya menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan realitas sosial.
Ia menilai mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori yang diperoleh di ruang kuliah. Mereka juga perlu melihat secara langsung bagaimana konsep jejaring sosial diterapkan dalam praktik untuk membangun kolaborasi, memperkuat partisipasi warga, dan mengawal proses demokrasi.
“Kehadiran Perludem memberikan pengalaman belajar yang sangat relevan dengan tantangan sosial-politik saat ini. Mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori sosiologi dengan praktik pemberdayaan masyarakat sehingga memiliki kemampuan membangun jejaring lintas sektor dan merancang kolaborasi yang berdampak,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Program Studi Sosiologi UMM menegaskan komitmennya menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan isu-isu kontemporer. Pengalaman langsung dari praktisi diharapkan membekali mahasiswa tidak hanya dengan pemahaman akademik, tetapi juga kemampuan praktis dalam memperkuat masyarakat sipil dan mendorong kualitas demokrasi di Indonesia.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.
(Rls/Red)


