Tanamkan Integritas Sejak Dini, 320 Peserta Didik Baru SMP Negeri 1 Baureno Ikuti Penyuluhan Anti Korupsi

  • Bagikan

Baureno – Sebanyak 320 peserta didik baru kelas VII SMP Negeri 1 Baureno, Kabupaten Bojonegoro, mengikuti kegiatan Penyuluhan dan Edukasi Anti Korupsi yang diselenggarakan dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bekal dalam membentuk karakter peserta didik sejak dini.


Penyuluhan disampaikan oleh Master Choyr Sudarmono, S.Pd., Gr., salah satu Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Kabupaten Bojonegoro, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Dalam kesempatan tersebut, para peserta didik diberikan pemahaman mengenai bahaya korupsi, pentingnya membangun budaya antikorupsi, serta bagaimana menerapkan nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.


Dalam penyampaiannya, Choyr Sudarmono menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi harus dimulai sejak usia sekolah. Menurutnya, korupsi tidak selalu identik dengan penyalahgunaan uang, tetapi juga dapat berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil seperti menyontek, berbohong, tidak disiplin, dan mengabaikan tanggung jawab.
“Integritas merupakan modal utama dalam membentuk generasi yang berkarakter. Melalui pendidikan antikorupsi sejak dini, peserta didik diharapkan terbiasa bersikap jujur, bertanggung jawab, disiplin, peduli, sederhana, dan berani menyampaikan kebenaran,” ujarnya.


Selama kegiatan berlangsung, para peserta didik tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan penyampaian contoh-contoh nyata yang dekat dengan kehidupan mereka. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman bahwa pencegahan korupsi dimulai dari perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Kepala SMP Negeri 1 Baureno M RIONO, M. M. Pd menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dalam MPLS. Sekolah berharap nilai-nilai antikorupsi yang telah diberikan dapat diterapkan oleh seluruh peserta didik selama menjalani proses pendidikan, sehingga mampu menciptakan budaya sekolah yang jujur, disiplin, dan berintegritas.selain itu juga beliau berpesan agar anak anak dapat mengetahui pendidikan anti korupsi dan bentuk korupsi sehingga dapat menghindari segala bentuk kejahatan korupsi sedini mungkin.
Melalui sinergi antara Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, dan pihak sekolah, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki karakter kuat, menjunjung tinggi kejujuran, serta menjadi pelopor budaya antikorupsi demi mewujudkan Indonesia yang bersih dan bebas dari korupsi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Lexonads | free ad network | automated website traffic.