BULOG Jatim Serap 884 Ribu Ton Gabah, Menjaga Nafas Ketahanan Pangan dari Petani

  • Bagikan
BULOG Jatim Serap 884 Ribu Ton Gabah, Menjaga Nafas Ketahanan Pangan dari Petani. (foto: dok Kominfo Jatim)

Reporter : harianjatim

Surabaya-harianjatim.com. Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan beras di gudang, tetapi juga tentang bagaimana negara memastikan hasil panen petani memiliki kepastian pasar. Di Jawa Timur, upaya itu kembali mencatatkan capaian penting.

Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur mencatat penyerapan gabah petani telah mencapai 100 persen dari target perusahaan. Hingga Sabtu (11/7/2026), total gabah yang berhasil diserap mencapai 884.559 ton setara beras.

Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa rantai pangan antara petani dan pemerintah masih berjalan. Di tengah tantangan menjaga stabilitas harga pangan, penyerapan produksi petani menjadi salah satu instrumen penting agar hasil panen tidak kehilangan nilai ekonominya.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari persiapan yang dilakukan sejak awal tahun melalui penguatan koordinasi dan kerja sama berbagai pihak.

“Capaian ini kita siapkan dengan maksimal mulai dari awal tahun. Mulai koordinasi dengan dinas terkait, kesiapan Tim Jemput Pangan BULOG, dukungan anggaran pembelian Gabah Kering Panen (GKP), koordinasi dengan TNI-Polri, penyuluh pertanian, hingga kesiapan mitra pengolahan,” ujar Langgeng, sebagaimana dikutip dari laman Kominfo Jawa Timur.

Menurut dia, keberhasilan penyerapan gabah tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah daerah, penyuluh pertanian, aparat keamanan, hingga petugas BULOG di lapangan.

Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten/kota, serta jajaran Dinas Pertanian dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran proses penyerapan hasil panen petani.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah bekerja mengamankan hasil panen petani, mulai dari penyuluh pertanian, PPL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Tim Jemput Gabah BULOG,” katanya.

Tidak Sekadar Mengejar Target

Bagi BULOG Jatim, tercapainya target penyerapan bukan menjadi akhir dari pekerjaan. Lembaga pangan tersebut memastikan tetap melakukan pembelian gabah petani meski target tahunan telah terpenuhi.

Langgeng menegaskan, langkah itu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan kehadiran negara dalam rantai pangan.

“Walaupun sudah melampaui target, kami tetap akan menyerap gabah petani. Ini bentuk komitmen BULOG untuk menjaga agar harga gabah di tingkat petani tidak jatuh dan tetap memberikan keuntungan bagi mereka,” ujarnya.

Keberlanjutan penyerapan menjadi isu penting dalam sektor pertanian. Sebab, peningkatan produksi tanpa kepastian pasar dapat menjadi persoalan tersendiri bagi petani.

Karena itu, peran lembaga pangan seperti BULOG tidak hanya berkaitan dengan cadangan beras pemerintah, tetapi juga menjadi jembatan antara produksi petani dan kebutuhan masyarakat.

Memperluas Penyerapan Pangan

Selain beras, BULOG Jatim juga memperkuat penyerapan komoditas pangan lain, salah satunya jagung pipil kering (JPK).

Hingga saat ini, realisasi penyerapan jagung pipil kering telah mencapai 50.727 ton atau sekitar 50,73 persen dari target yang ditetapkan.

BULOG Jatim optimistis penyerapan jagung akan terus meningkat seiring berjalannya musim panen di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Tidak hanya memastikan stok tersedia, tetapi juga membangun sistem yang mampu melindungi produsen pangan.

Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan nasional memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan tersebut. Keberhasilan menyerap hasil panen petani menjadi bagian dari upaya menjaga dua kepentingan sekaligus: kesejahteraan petani dan kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang terjangkau.

Pada akhirnya, ketahanan pangan bukan hanya tentang angka produksi. Ia juga tentang kepercayaan petani bahwa hasil kerja mereka memiliki tempat dalam sistem pangan nasional.

Dan di situlah peran negara diuji: hadir bukan hanya ketika pangan dibutuhkan, tetapi juga ketika petani membutuhkan kepastian.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google  News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.     

Download sekarang!

(Kominfo Jatum/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Go beyond simple links with powerful features designed for creators.