Reporter: harianjatim
Sumenep-harianjatim.com. Pesantren selama ini dikenal sebagai ruang pendidikan dan pembentukan karakter. Namun, di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Pondok Pesantren Annuqayah menunjukkan wajah lain: pesantren yang ikut mengambil peran dalam membangun kemandirian ekonomi dan menjaga ketahanan pangan daerah.
Dengan ribuan santri, jaringan alumni yang luas, serta potensi lahan pertanian yang dimiliki, Annuqayah dinilai memiliki modal besar untuk berkembang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan pesantren memiliki posisi strategis karena tidak hanya memiliki sumber daya manusia, tetapi juga jaringan sosial yang kuat di tengah masyarakat.
“Pesantren seperti Annuqayah merupakan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah. Pesantren tidak hanya mencetak generasi yang berakhlak, tetapi juga dapat melahirkan pelaku usaha pertanian yang produktif dan mandiri,” kata Chainur saat kegiatan Jelajah UMKM dan Pondok Pesantren Jawa Timur 2026 di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jumat (7/8/2026).
Menurut dia, keterlibatan pesantren dalam sektor pertanian membuka peluang baru. Santri tidak hanya belajar ilmu keagamaan, tetapi juga dapat memperoleh pengalaman dalam mengelola usaha tani, mengembangkan inovasi pertanian, hingga mengolah hasil produksi agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat.
DKPP Sumenep saat ini melakukan pendampingan kepada pengelola pertanian pesantren melalui penyuluh pertanian. Pendampingan itu mencakup perencanaan usaha tani, pemanfaatan teknologi budidaya, penggunaan benih unggul, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga peningkatan produktivitas lahan.
Bagi pemerintah daerah, pertanian pesantren bukan sekadar aktivitas produksi pangan, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Kolaborasi untuk Kemandirian Pangan
Penguatan sektor pertanian di lingkungan pesantren juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan alat mesin pertanian berupa combine harvester kepada Pondok Pesantren Annuqayah.
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi panen sekaligus memperkuat produktivitas pertanian pesantren.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pesantren menjadi contoh bagaimana lembaga pendidikan berbasis masyarakat dapat mengambil peran lebih luas dalam menjawab tantangan pangan.
Di tengah kebutuhan menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, pesantren mulai dilihat bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai salah satu simpul penting dalam pembangunan ekonomi lokal.
Annuqayah menjadi salah satu contoh bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui lahan pertanian, tetapi juga melalui penguatan manusia, pengetahuan, dan jejaring masyarakat.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com
(red)


