Reporter: harianjatim
Sumenep-harianjatim.com. Sebuah perubahan arah pembangunan terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Lahan yang sebelumnya direncanakan sebagai kawasan sport center kini disiapkan untuk menjadi pusat pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep telah menyiapkan lahan seluas 7,1 hektare di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, untuk mendukung program pendidikan yang menyasar masyarakat kurang mampu.
Lokasi tersebut merupakan aset milik pemerintah daerah yang berada di kawasan strategis, tepat di seberang Universitas Wiraraja dan tidak jauh dari akses jalan nasional Jalan Trunojoyo.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, R Erwien Hendra Laksmono, mengatakan lahan tersebut menjadi pilihan setelah usulan lokasi sebelumnya belum memenuhi persyaratan.
“Status lahan milik Pemkab dengan luas 7,1 hektare,” ujar Erwien, baru-baru ini.
Menurut dia, seluruh dokumen pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat permanen telah dipersiapkan. Proposal tersebut akan segera disampaikan ke Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat di Kementerian Sosial.
“Proposal akan langsung dikirim. Kepala Dinas Sosial dan PU akan segera ke Jakarta,” katanya.
Mengubah Fungsi Lahan untuk Kepentingan Pendidikan
Pemanfaatan lahan sport center menjadi Sekolah Rakyat menunjukkan perubahan prioritas pembangunan daerah. Pemerintah daerah memilih memperkuat sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat.
Dari hasil peninjauan, kondisi lahan dinilai mendukung untuk pembangunan sekolah permanen. Area tersebut memiliki kontur relatif datar dan telah memiliki akses jalan yang memadai.
“Lokasinya tinggal dilakukan pengurukan dan perluasan,” kata Erwien.
Peninjauan lokasi tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Tenaga Ahli Menteri Ahmad Rifai, serta sejumlah perangkat daerah terkait.
Ishaq mengapresiasi langkah Pemkab Sumenep yang dinilai sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan dan mengurangi angka kemiskinan.
“Sumenep sudah ikhtiar menyiapkan lahan yang awalnya untuk sport center kemudian dialihkan menjadi Sekolah Rakyat. Ini bentuk komitmen pemerintah daerah,” ujarnya.
Menyiapkan Masa Depan Siswa Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat permanen tersebut nantinya akan menjadi pengembangan dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep yang saat ini masih menggunakan Gedung SKB Kecamatan Batuan.
Sejak beroperasi pada 2025, SRT 49 Sumenep telah menampung sebanyak 76 siswa jenjang SD dan SMP. Namun, keterbatasan fasilitas membuat kapasitas layanan pendidikan masih belum maksimal.
Tenaga Ahli Menteri Sosial Ahmad Rifai menyarankan Pemkab Sumenep membentuk sekretariat bersama agar proses koordinasi antarinstansi berjalan lebih cepat.
Sekretariat tersebut nantinya melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas PU, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian hingga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Dengan pembangunan Sekolah Rakyat permanen, Sumenep berharap tidak hanya menghadirkan gedung pendidikan baru, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com
(Detik.com/red)


