PosCurhat Sumenep Dihidupkan Lagi, Bappeda: Aspirasi Warga Ditargetkan Masuk Perencanaan Pembangunan

  • Bagikan
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng. (foto: ist)

Reporter: harianjatim

Sumenep-harianjatim.com. Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali mengaktifkan PosCurhat sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan, kebutuhan, dan usulan pembangunan. Program yang sebelumnya pernah berjalan di sejumlah desa itu kini ditargetkan hadir di seluruh desa.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep Arif Firmanto mengatakan, keterlibatan masyarakat penting agar kebijakan pembangunan tidak hanya disusun berdasarkan perencanaan pemerintah, tetapi juga mempertimbangkan persoalan yang dihadapi warga.

“Media ini juga menjadi wadah bagi perempuan untuk menyampaikan persoalan dan permasalahan yang terjadi kepada pemerintah. Setiap gagasan dan persoalan yang terjadi pasti akan ditindaklanjuti oleh Pemkab,” kata Arif.

PosCurhat juga diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan pengarusutamaan gender di Kabupaten Sumenep. Kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Gender.

Menurut Arif, perempuan menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam program tersebut. Pemerintah ingin menyediakan ruang komunikasi yang memungkinkan perempuan menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dan kepentingan mereka.

“Media ini nanti akan tersedia di seluruh desa. Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman dan adil untuk menjamin kesetaraan hak seluruh masyarakat, terutama perempuan,” ujarnya.

PosCurhat sebenarnya bukan program baru di Sumenep. Fasilitas tersebut sebelumnya telah diterapkan di sejumlah desa. Namun, dalam perkembangannya, program itu tidak lagi berjalan secara optimal.

“PosCurhat pernah berjalan di sejumlah desa, tetapi tidak aktif dalam perkembangannya. Oleh karena itu, kami rasa perlu menghidupkan kembali fasilitas ini agar fungsinya dapat dirasakan masyarakat,” kata Arif.

Pengaktifan kembali PosCurhat menjadi penting karena ruang partisipasi publik tidak cukup hanya menyediakan tempat bagi warga untuk menyampaikan keluhan. Aspirasi yang masuk juga perlu memiliki jalur tindak lanjut yang jelas.

Arif berharap keberadaan PosCurhat dapat mendorong masyarakat lebih aktif terlibat dalam proses pembangunan. Warga tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga dapat menyampaikan gagasan dan persoalan yang menjadi bahan pertimbangan pemerintah.

“Kami berharap PosCurhat menjadi media komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan Sumenep yang lebih inklusif,” ujar Arif.

Dengan demikian, keberhasilan PosCurhat nantinya tidak hanya diukur dari banyaknya aspirasi yang disampaikan masyarakat. Program tersebut akan lebih bermakna apabila suara warga benar-benar masuk ke dalam proses perencanaan dan menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan di tingkat desa.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google  News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com 

Download sekarang!

(Jd/Ikn/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
exchange contextual links automatically and build real site authority.