Pelebaran Jalan Wiyung-Menganti Surabaya Dikebut, 950 Meter Ditargetkan Rampung Tahun Ini

  • Bagikan
Dok. Pemkot Surabaya

Reporter: harianjatim

Surabaya-harianjarim.com. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, melanjutkan proyek pelebaran Jalan Wiyung-Menganti untuk meningkatkan kapasitas jalan sekaligus memperlancar konektivitas di wilayah Surabaya Barat.

Pada 2026, Pemkot Surabaya menargetkan pelebaran jalan tersebut dapat diselesaikan sepanjang 950 meter. Proyek ini merupakan bagian dari pekerjaan multiyears sepanjang 1.900 meter yang dilaksanakan pada 2026 hingga 2027.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan, pekerjaan pelebaran dimulai dari perempatan Jalan Babatan Unesa ke arah barat hingga Wisma Lidah Kulon.

“Jadi, pelebaran Jalan Wiyung-Menganti dari perempatan Jalan Babatan Unesa kita ke arah barat sampai dengan Wisma Lidah Kulon,” kata Hidayat, dikutip dari website resmi Pemkot Surabaya.

Menurut Hidayat, sebelum proyek multiyears tersebut dilanjutkan, Pemkot Surabaya telah merealisasikan pelebaran jalan sepanjang 350 meter pada 2025.

“Untuk target tahun 2026 ini kita selesaikan 950 meter,” ujarnya.

Pekerjaan pelebaran jalan tidak hanya mencakup pembangunan badan jalan, tetapi juga saluran dan trotoar pedestrian.

Hidayat menjelaskan, saluran dibangun menggunakan konstruksi Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) dengan lebar 5,4 meter. Di sebelahnya akan dibangun badan jalan selebar 10 meter.

Sementara itu, trotoar untuk pejalan kaki akan dibangun di sisi selatan jalan dengan lebar 3 meter.

“Jadi, pekerjaan saluran nanti lebarnya 5,4 meter. Kemudian di sebelahnya ada badan jalan selebar 10 meter. Lalu di sisi sebelah selatan akan dibangun trotoar selebar 3 meter sebagai sarana pendukung pejalan kaki,” kata Hidayat.

Pelebaran Jalan Wiyung-Menganti dilakukan karena ruas tersebut menjadi salah satu jalur penting yang menghubungkan Surabaya dengan Kabupaten Gresik dan Sidoarjo.

Pemkot Surabaya berharap peningkatan kapasitas jalan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi logistik antarkawasan.

“Jadi, ini memang sudah lama menjadi mimpinya Surabaya untuk meningkatkan kapasitas jalan. Jadi, perjalanan antarkota akan lebih lancar dan logistik juga lebih lancar,” tuturnya.

Selain meningkatkan kapasitas jalan, proyek tersebut juga diarahkan untuk mendukung keterhubungan dengan Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB). Integrasi jaringan jalan tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi penumpukan lalu lintas dan memperlancar mobilitas di kawasan Surabaya Barat.

Hidayat mengatakan, proyek multiyears tersebut mulai dikontrakkan pada April 2026 dan ditargetkan selesai pada Mei 2027.

Selama proses pembangunan berlangsung, Pemkot Surabaya meminta masyarakat, khususnya pengguna Jalan Wiyung-Menganti di kawasan Lidah Wetan dan Lidah Kulon, untuk bersabar.

Hidayat juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pekerjaan berlangsung.

“Jadi kami memang memohon maaf atas ketidaknyamanan ketika pekerjaan ini berlangsung, terutama untuk pengguna Jalan Wiyung-Menganti di area Lidah Wetan dan Lidah Kulon. Karena ini untuk kebermanfaatan kita ke depannya,” pungkasnya.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!

(Surabaya.go.id/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90