Tenaga Ahli Kemenhut Dorong IMM Perkuat Peran dalam Kebijakan Publik

  • Bagikan

Reporter: harianjatim

Lamongan-harianjatim.com. Tenaga Ahli Kementerian Kehutanan Republik Indonesia Baikuni Alshafa, M.IP., mendorong kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memperkuat peran dalam merespons persoalan masyarakat dan kebijakan publik.

Menurut Baikuni, gerakan mahasiswa tidak cukup hanya menjadi kelompok yang mengkritisi kebijakan. IMM juga perlu mampu menawarkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan nasional, di antaranya disrupsi digital, krisis lingkungan, dan pengangguran.

Hal itu disampaikan Baikuni dalam Konsolidasi Organisasi Pimpinan Cabang IMM Lamongan di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITBAD) Lamongan, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema Relevansi IMM: Dialektika Penggerak Zaman itu diikuti ratusan kader IMM.

Baikuni mengatakan perubahan sosial, politik, dan teknologi perlu dibaca sebagai ruang bagi kader untuk membangun dialog kritis. Namun, proses tersebut tetap harus berangkat dari nilai dasar IMM.

“Sebagai gerakan di era modern kali ini, IMM harus mampu memaknai setiap perubahan sosial, politik, dan teknologi sebagai ruang dialog kritis, tentu dengan terus berlandaskan pada akar ideologis yang tercermin dalam Tri Kompetensi Dasar, yaitu intelektualitas, religiusitas, dan humanitas,” ujar Baikuni.

Ia menilai nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kerja nyata yang bersentuhan langsung dengan persoalan masyarakat. Dengan cara itu, kader IMM tidak hanya memahami persoalan, tetapi juga mampu merumuskan jalan keluarnya.

Baikuni juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi dan kapasitas politik kader. Menurut dia, penguatan kedua aspek tersebut dapat memperluas ruang partisipasi IMM dalam proses pengambilan kebijakan.

“Tidak salah jika punya cita-cita menjadi politisi, entah politik kekuasaan atau yang berbasis nilai. Sebab kalau mendidik masyarakat tetapi tidak tahu pintu, maka tidak bisa masuk,” katanya.

Selain memperkuat kapasitas internal, Baikuni mendorong IMM membangun aliansi dengan berbagai kelompok pemuda dan masyarakat. Ia juga menilai pemahaman terhadap karakter sosial dan budaya lokal menjadi bagian penting dalam membangun gerakan.

“Masyarakat kita ini harus berubah. Kalau masyarakat Lamongan itu nelayan atau petani, maka harus paham betul karakteristik masyarakat pesisir. Dengan menguasai kebudayaan masyarakat, maka IMM akan mudah memasuki ruang kebudayaan mereka,” ujarnya.

Baikuni berharap kader IMM dapat berkembang menjadi mitra kritis bagi pemerintah sekaligus hadir dengan gagasan yang solutif di tengah masyarakat.

Peran tersebut, kata dia, penting agar gerakan mahasiswa tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman dan mampu berkontribusi dalam persoalan keumatan serta kebangsaan.


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90