Departemen Geografi UM Latih Guru di Lumajang Susun Modul Ajar Berbasis AI

  • Bagikan
Sejumlah guru mengikuti pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam penyusunan modul ajar yang digelar Departemen Geografi Universitas Negeri Malang di SMAN 3 Lumajang, Jumat (18/9/2026). Pelatihan tersebut diikuti 26 guru geografi se-Kabupaten Lumajang. (foto: for harianjatim)

Reporter: harianjatim

Lumajang-harianjatim.com. Sebanyak 26 guru geografi di Kabupaten Lumajang mengikuti pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menyusun modul ajar. Pelatihan tersebut digelar Departemen Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang (UM), di SMAN 3 Lumajang, Jumat (18/9/2026).

Pelatihan melalui Program Reskilling Guru Geografi itu dirancang untuk membantu guru mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam menyusun perangkat pembelajaran sekaligus meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Selama empat jam, peserta mengikuti praktik penyusunan modul ajar dengan memanfaatkan Gemini Canvas. Guru tidak hanya diperkenalkan pada penggunaan perangkat AI, tetapi juga diarahkan untuk menyesuaikan hasil yang dibuat dengan kebutuhan pembelajaran dan konteks sekolah.

Dosen Departemen Geografi UM, Dr. Alfyananda Kurnia Putra, S.Pd., M.Pd., mengatakan pemanfaatan AI perlu ditempatkan sebagai alat bantu bagi guru dalam merancang pembelajaran.

“Integrasi teknologi kecerdasan buatan melalui Gemini Canvas dan penerapan taksonomi SOLO merupakan langkah strategis dalam mentransformasi pedagogi digital, guna memastikan guru memiliki kapasitas untuk menyajikan pembelajaran yang kontekstual dan adaptif terhadap dinamika zaman,” ujar Alfyananda.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan pada taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcome) sebagai salah satu kerangka untuk membantu menyusun capaian pembelajaran.

Hasilkan 26 Modul

Pemanfaatan AI dalam pelatihan tersebut menghasilkan 26 modul ajar yang mengangkat kearifan lokal Lumajang. Modul-modul itu disusun oleh peserta dan diproyeksikan untuk digunakan dalam pembelajaran di sekolah masing-masing.

Tim pengabdian mencatat penggunaan perangkat AI dapat mengurangi waktu penyusunan draf modul ajar hingga 85 persen dibandingkan dengan metode konvensional.

Meski demikian, hasil tersebut tidak serta-merta menghilangkan peran guru dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Guru tetap menentukan tujuan, konteks, kebutuhan peserta didik, serta melakukan pencermatan terhadap materi yang dihasilkan AI.

Literasi Digital Jadi Tantangan

Pelatihan juga menemukan sejumlah kendala, terutama perbedaan tingkat literasi digital peserta dan keterbatasan akses internet yang stabil di sejumlah sekolah.

Karena itu, tim merekomendasikan pendampingan lanjutan secara asinkron melalui platform digital UM. Pengembangan fitur yang dapat digunakan tanpa koneksi internet juga diusulkan untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur digital di sejumlah wilayah.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan untuk mendukung peningkatan kompetensi guru sekaligus pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.

Selain meningkatkan kemampuan digital pendidik, program ini diharapkan mendorong penggunaan teknologi secara lebih kontekstual sehingga AI tidak sekadar menjadi alat untuk mempercepat penyusunan perangkat pembelajaran, tetapi juga mendukung proses belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan lingkungan sekolah.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google  News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!

(rls/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90