Reporter: harianjatim
Sumenep-harianjatim.com. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep memperkirakan luas lahan tembakau pada musim tanam 2026 berpotensi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pemerintah daerah mengingatkan petani agar tidak hanya berfokus pada perluasan areal tanam, tetapi juga menjaga kualitas hasil produksi sejak tahap budidaya.
Memasuki musim kemarau, sejumlah petani di berbagai wilayah Sumenep mulai melakukan penyemaian benih tembakau. Aktivitas tersebut menjadi penanda dimulainya persiapan musim tanam komoditas yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Madura.
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan musim kemarau merupakan periode yang paling dinantikan petani tembakau. Kondisi cuaca yang relatif kering dinilai lebih ideal untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan menghasilkan daun tembakau berkualitas.
“Kalau di Madura, khususnya Sumenep, musim kemarau memang sudah ditunggu para petani karena kami memiliki varietas unggulan berupa tembakau daun emas,” ujar Chainur, Rabu (3/6/2026).
Namun, ia mengingatkan petani agar tetap mencermati perkembangan cuaca sebelum melakukan penanaman secara masif. Menurutnya, kondisi iklim yang belum sepenuhnya stabil masih berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman maupun kualitas hasil panen.
Chainur menjelaskan, sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep dalam beberapa waktu terakhir masih mengalami cuaca mendung. Karena itu, petani perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan setempat agar waktu tanam yang dipilih sesuai dengan kebutuhan tanaman.
“Dalam pertanian, cuaca dan iklim menjadi faktor penting. Saat ini masih ada wilayah yang mendung, sehingga petani harus mempertimbangkan kondisi iklim sebelum menanam,” katanya.
Berdasarkan data DKPP, luas lahan tembakau di Kabupaten Sumenep pada 2024 mencapai sekitar 18.000 hektare. Angka tersebut menurun menjadi sekitar 14.000 hektare pada musim tanam 2025.
Meski mengalami penurunan pada tahun lalu, pemerintah daerah optimistis luas tanam tembakau pada tahun ini dapat kembali meningkat. Potensi pengembangan lahan masih tersedia cukup besar, terutama di kawasan perbukitan dan lahan tegalan yang selama ini menjadi sentra budidaya tembakau rakyat.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa naik lagi karena potensi lahan cukup banyak, terutama di kawasan pegunungan dan wilayah tegal,” ujar Chainur.
Ia menegaskan, keberhasilan musim tembakau tidak hanya diukur dari bertambahnya luas tanam. Kualitas daun tembakau yang dihasilkan serta stabilitas harga jual di tingkat petani juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tani tembakau di daerah tersebut.
Karena itu, DKPP berharap musim kemarau tahun ini berlangsung normal sehingga mampu mendukung produktivitas tanaman sekaligus menjaga mutu tembakau Sumenep yang dikenal memiliki karakteristik khas dan nilai ekonomi tinggi.
“Harapan kami kualitas tembakau bagus, harganya juga bagus, dan cuaca tetap bersahabat sehingga tidak memengaruhi kualitas tembakau saat panen nanti,” tuturnya.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.


