Probolinggo, Harianjatim.com – Satuan Pelayanan Peningkatan Gizi (SPPG) Pondok Kelor 2 terus menunjukkan komitmennya dalam membawa dampak sosial dan lingkungan yang positif. Melalui pengelolaan yang profesional, Dapur SPPG Pondok Kelor 2 sukses mengombinasikan pemberdayaan warga setempat, standar kebersihan yang ketat, serta kepedulian terhadap lingkungan melalui sistem pengolahan limbah yang modern.
Langkah konkret ditunjukkan oleh manajemen Dapur SPPG Pondok Kelor 2 dengan memprioritaskan warga sekitar Pondok Kelor sebagai kru utama dapur. Mulai dari juru masak hingga tenaga penyaji, semuanya melibatkan potensi lokal. Kebijakan ini terbukti efektif membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan rumah tangga warga setempat.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya Dapur SPPG ini. Warga yang lokal Pondok Kelor diberikan kesempatan kerja, dilatih cara memasak yang higienis, sehingga bisa membantu perekonomian keluarga,” ujar Muallim, Ketua RT setempat.
Tidak hanya itu, Muallim juga menyampaikan bahwa pengelola SPPG Pondok Kelor 2 juga menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan sekitar. “Ketertiban dan kebersihan lingkungan Alhamdulillah juga dijaga dengan baik oleh pengelola, hal itu dibuktikan dengan tidak adanya komplain dari warga kami sejak berdirinya SPPG Pondok Kelor 2,” jelasnya.

Dalam hal operasional, Dapur SPPG Pondok Kelor 2 tidak main-main. Standar pelayanan terbaik diterapkan di setiap lini demi memastikan makanan yang disajikan selalu sehat, bergizi, dan higienis.
Beberapa pilar pelayanan yang diterapkan secara konsisten meliputi:
Satu hal yang membuat Dapur SPPG Pondok Kelor 2 unggul dan patut menjadi percontohan adalah kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan sekitar. Guna mencegah pencemaran, seluruh air bekas memasak dan mencuci tidak langsung dibuang ke saluran umum, melainkan dialirkan terlebih dahulu ke sistem Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
“IPAL tidak kami buang ke sawah atau ke sungai yang dapat menimbulakn pencemaran lingkungan, karena lokasi kami memang di tengah pemukiman, maka dari itu kami berhati-hati betul dalam pengelolaan IPAL yang dihasilkan oleh SPPG kami, dan Alhamdulillah sejauh ini tidak ada komplain dari warga,” jelas Khoirul Imam, perwakilan SPPG Pondok Kelor 2.
Dengan mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, pelayanan yang bersih, dan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, Dapur SPPG Pondok Kelor 2 membuktikan bahwa aktivitas operasional perusahaan dapat berjalan selaras dengan kesejahteraan sosial dan kelestarian alam. Langkah ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menginspirasi fasilitas industri lainnya di wilayah Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya. (fiq)


