Politisi Senior Ponorogo, Suprianto; Rekom Sugiri Lisdyarita dari PDI P Merupakan Dinamika yang Cukup Cepat

oleh -1.379 views

HarianJatim.com Ponorogo

Politisi senior, Suprianto saat di temui di kediamanya pada Selasa, (11/8/2020) nampak semangat dalam menyambut kedatangan para wartawan.

Suprianto merupakan salah satu Politisi senior yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan di Lokal dan Nasional. Dan saat ini beliau juga menjabat sebagai anggota DPR RI.

Ditanya seputar perkembangan Politik di Ponorogo saat ini yang semakin dinamis dan tiba-tiba hari ini muncul rekomendasi PDI P yang turun ke Sugiri Sancoko dan Lisdyarita, Politisi Senior ini menjawabnya,” bahwa ini adalah sebuah kontestasi Pilkada, ibaratnya sebuah pertandingan sepak bola ini baru peluit belum di bunyikan dan masih menata formasi di masing-masing kesebelasan, jadi ini masih panjang. Dan memang Rekomendasi itu salah satu syarat ketika salah satu pasangan calon mau mendaftar ke KPU kalau lewat Partai Politik. Oleh karena itu keberadaan rekom ini memang menjadi penting. Kejadian di Ponorogo ini dengan munculnya rekom yang turun ke Sugiri dan Lisdyarita dari PDI P memang betul-betul sebuah dinamika yang cukup cepat. Artinya di luar dugaan juga bahwa Pilkada di Ponorogo nanti akhirnya yang kita prediksi itu calon tunggal, kemungkinan besar ini nanti tidak jadi calon tunggal, karena sudah ada lawan kayaknya begitu”. Ujar Supri.

Lebih lanjut Supri juga mengatakan,” kalau kita berbicara proses pemenangan kontestasi Pilkada ini, banyak faktor yang menentukan. Incumbent di beberapa tempat ini punya kelebihan, punya sumber daya, punya sumber jaringan, punya jaringan yang kuat dan itu biasanya di miliki oleh incumbent. Dan dimana-mana incumbent itu delapan puluh persen menang, yang kalah ada tapi tidak seberapa. Oleh karena itu kalau lawan baru ini berarti tergantung juga nanti pemenangan ini sangat di tentukan oleh kinerja daripada incunbent. Kalau incumbent ini kinerjanya diapresiasi secara baik dan publik mengatakan puas, maka kemungkinan besar akan memenangkan sebuah pertandingan ini. Tetapi kalau masyarakat menganggap kinerjanya tidak memuaskan, maka sebetulnya incumbent ini sesuatu yang sebetulnya kuat akan tetapi sebetulnya keropos. Oleh akrena itu biasanya kalau incumbent ini harus di survey dulu, diukur dulu tingkat kepuasan publik ketia dia memimpin ini”. Lanjutnya

Sementara itu Supri juga menjelaskan ketika ditanya terkait kemesraan PDI P dan GERINDRA di Pusat apakah sama juga dengan yang ada di Daerah, beliau menjawabnya dengan santai,” kalau yang namanya PILKADA ini segala kemungkinan bisa terjadi, artinya rekom ini bisa kesiapa saja. Karena di dalam menentukan rekom ini, Dewan Pimpinan Pusat mesti punya pertimbangan-pertimbangan tertentu, punya pertimbangan didalam langkah-langkah strategis dan seterusnya ini juga dipertimbangkan. Jadi, kalau rekom Gerindra kususnya di Pilkada Ponorogo ini ya sudah kota serahkan sepenuhnya kepada Dewan Pimpinan Pusat yang memang punya kewenangan untuk menentukan. Dan kita akan tegak lurus apa yang disampaikan oleh DPP”. Jelasnya.

“Terkait proses pemenangan Pilkada ini nanti ada banyak faktor, diantaranya terkait calon (profil calonnya) seperti apa, kinerja calonnya seperti apa, jadi figur itu sangat menentukan. Dan untuk selanjutnya kalau ada incumbent maka akan di ukur rakyat rakyat ini puas apa tidak. Karena yang puas akan cenderung memilih incumbent dan yang tidak puas akan cenderung memilih lawannya. Untuk yang satu lagi menyangkut logistik itu lebih penting, karena ini ibaratnya sebuah perlombaan lari adalah lari maraton, ini perlu nafas panjang dan orang yang menang di awal belum tentu menang di akhir. Pengaruh faktor dukungan partai ini juga menjadi sebuah faktor penentu. Partainya banyak apa tidak, ini juga mempengaruhi kekuatan daripada calon. Karena masing-masing Partai ini juga mempunyai jaringan juga, punya pengurus sampai tingkat bawah sampai tingkat ranting, sampai tingkat desa dan bahkan bisa sampai tingkat RT. Dan ini bisa sangat mempengaruhi, namun demikian karena pemilih kita ini cair, masyarakat kita ini cair, makanya yang jadi problem adalah belum tentu ala yang diputuskan partai ini diapresiasi positif oleh masyarakat, dan ini merupakan probleme lapangan”. Terang Supri. (Mak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *