banner 728x90

Anggota Koramil dan Polsek Kawal Pupuk Bersubsidi Sampai ke Kios

  • Bagikan

Reporter : Ahmad Fauzi

HarianJatim.comTuban- Sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi membuat petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kelimpungan, sehingga menjadikan mereka terpaksa menghadang bahkan menyandera truk bermuatan pupuk bersubsidi yang akan didistribusikan ke kelompok tani.

Kejadian penghadangan dan penyanderaan truk muatan pupuk tersebut sebelumnya terjadi di Kecamatan Singgahan, Kemudian di Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, lalu kemarin di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, dan hari ini terulang lagi di Desa Mander, Kecamatan Tambakboyo.

Banyaknya kasus penghadangan pendistribusian pupuk yang dibutuhkan petani dimasa musim tanam ini menjadikan aparat TNI dan Kepolisian bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi dengan pihak Dinas Pertanian Tuban, seluruh distributor pupuk se-Kabupaten Tuban serta mendatangkan tim dari Petrokimia Gresik.

Adanya masalah dalam pendistribusian pupuk yang akan didroping ke tempat tujuan ini telah dirapatkan bersama untuk mencari titik temu.ucap AKP Totok Kapolsek Widang.

“Sesuai dengan hasil rakor ini, sebetulnya ketersedian pupuk masih cukup. Hanya saja kekhawatiran petani yang saat ini bercocok tanam tidak dapat jatah, sehingga mereka menghadang truk pengiriman pupuk. Padahal nanti seluruh petani juga akan dapat,” ungkapnya.

Dengan terjadinya empat kali penghadangan pendistribusian pupuk tersebut, maka pihak Kepolisian dalam Hal ini Polsek Widang dan Koramil 08 Widang merekomendasikan kepada distributor agar satu minggu sebelumnya dapat mensosialisasikan jadwal pengiriman pupuk bersubsidi kepada seluruh masyarakat. Kemudian pihak keamanan dari Aparat kewilayahan setempat juga akan turut mengawal pendistribusian pupuk, agar aman sampai kios ataupun Poktan yang dituju.

Sehari Sebelumnya di Acara Sosialisasi Kartu Tani, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Tuban, Murtadji menjelaskan, kebutuhan pupuk di Kabupaten Tuban telah terserap sebanyak 75 persen, dan sisanya 25 persennya akan mencukupi kebutuhan petani di bulan November dan Desember 2020.

Sesuai dengan peraturan Kementerian Pertanian (Kementan) Nomor 1 dan 10 Tahun 2020, bahwa seharusnya kelompok petani pesanggem atau penggarap lahan perhutani tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi.

Namun, pemerintah daerah menimbang bahwa peran petani pesanggem juga sangat besar dalam membantu Tuban menjadi lumbung jagung tingkat nasional, maka seluruh petani di Bumi Wali ini akan diupayakan masuk dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK), sehingga mereka juga bisa mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Kita semua tahu bahwa hutan di Tuban sudah menjadi hutan jagung. Peran petani pesanggem ini juga luar biasa untuk ketahanan pangan di Jawa Timur. Maka itu, akan kita upayakan mereka semua masuk di kelompok terdekat, sehingga tidak kasus penghadangan pupuk lagi,” ujarnya.

“Apabila ada distributor yang melakukan pelanggaran dan penyelewengan, maka akan kami beri sanksi. Baik sanksi administrasi, peringatan hingga pencabutan izin,” pungkasnya.

Danramil 08 Widang Kapten Istoha bahwa Distributor yang ada diwilayah Kecamatan Widang tepatnya di Desa minohorejo akan diawasi secara terus menerus dan secara rutin saat pengiriman pendistribusian akan didukung pengawalan dan pengamanan mulai dari keluar gudang sampai pada tujuan oleh Gabungan Anggota Polsek dan Koramil Widang,sehingga Pasokan dan pendistribusian Pupuk benar-benar sesuai dengan Tujuan dan tidak terjadi penyelewengan serta penghadangan petani,tetapi seandainya penghadangan pun terjadi Sosialisasi dan Komunikasi secara baik-baik akan kami sampaikan agar Petani tidak berbuat hal demikian Ucap Kapten Istoha,Kamis (12/11/2020)

( Af)

banner 336x280
  • Bagikan
banner 336x280

Tinggalkan Balasan