banner 728x90

Kapus Bimbingan & Pendidikan Konghucu Berikan Pembinaan di TITD Kwan Sing Bio Tuban

  • Bagikan

Reporter : Ahmad Fauzi

HarianJatim.comTuban-Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu Kementerian Agama RI, memberikan Pembinaan dalam rangka kunjungan silaturahmi setelah dibukanya kembali Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau secara umum disebut sebagai Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Sabtu (14/11/2020).

Selain Kepala Pusat turut hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Pendidikan Konghucu, Suparno, Kepala Bidang Bimbingan Agama dan Lembaga, Swia Asto,
Kasubag TU Konghucu, Mujadilah,
Kasubdit Bimbingan dan Penyuluhan, Gusni Rahman Auladi,
Kasubag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Jatim, Rahmawaty beserta tim, Kemenag Tuban yang diwakili Pranata Humas, Laidia Maryati, Rohaniwan Konghucu dari Mojokerto dan Bojonegoro, tak ketinggalan seluruh Pengurus TITD Kwan Sing Bio Tuban.

Dalam sambutannya Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu Kemenag RI, Wawan Djunaedi, menyampaikan kehadirannya bukan untuk membina umat yang lain, tapi khusus melayani dan memberikan pembinaan kepada umat Konghucu Kabupaten Tuban.

“Meskipun di TITD atau klenteng Kwan Sing Bio ini tidak hanya menaungi Agama Konghucu, tapi juga menaungi Budha dan Tao,” ujarnya.

Menurut Junaedi, Kementerian Agama mememberikan layanan keagamaan kepada semua agama, tidak hanya agama Konghucu. Dalam melakukan pelayanan ini tidak boleh diskriminatif dan imprasial (tidak membela manapun). “Harus memberikan pelayanan yang sama dengan umat yang lain,” timbalnya.

Menurut pria jebolan STAIN Malang ini, TITD Kwan Sing Bio Tuban ini merupakan simbol kerukunan beragama, karena menaungi tiga keyakinan (Budha, Konghucu dan Tao). Ia berharap TITD bisa menunjukan contoh sebagai Pioneer

“Rumah ibadah itu simbol, tapi yang di sembah tetep Tuhannya. Saya berharap disituasi yang sudah nyaman ini semoga bisa dipertahankan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, dinamika yang ada yang sedang berkembang itu normal dan manusiawi. “Untuk menyelesaikan dinamika ada jalurnya di yudikatif. Sedang Kemenag berada di jalur eksekutif. Kemenag menyarankan kalau jalur mediasi masih bisa, mohon di selesaikan secara mediasi, sebagaimana kitab Lun Yu, bahwa di empat penjuru samudra itu adalah saudaramu,” imbuhnya.

Pria humble yang pernah mengenyam pendidikan di PIQ Singosari Malang ini menegaskan kehadirannya untuk melakukan layanan keagamaan Konghucu bukan untuk melantik pengurus baru. “Urusannya focus ke pembinaan, jika ada umat yang kepleset itu wajar namun harus segera kembali ke kitab suci,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pusat Bimbingan dan Informasi akan meluncurkan aplikasi SIMCU (Sistem Aplikasi Konghucu), yang didalamnya ada program kitab suci digital dan ada register rumah ibadah secara online. Jika sudah teregister akan mudah untuk meminta bantuan operasional. Setelah registrasi diberikan sertifikat. “Selain itu juga ada papan nama keluaran Kementerian Agama, yang akan dipasang di tiap klenteng,” jelasnya.

Sementara itu Js Kristan, saat menyampaikan khutbahnya menyatakan kehadiran Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu menambah suplemen dan menumbuhkan kepercayaan diri bagi warga. Menurutnya, apa yg disampaikan bisa dijadikan patokan. Pak Kapus adalah orang yang paling serius urus warga Konghucu. Bisa sebagai ayah di Pemerintahan. Ia berhqrapemoga kehadiran pak kapus bisa menjadikan sebagai penambah semangat untuk semuanya. “Keinginan beliau untuk menyetarakan Konghucu membuat kami merinding dan memicu untuk lebih baik lagi,” ujarnya.

Ditemui secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Sahid, menyatakan siap mendukung dan bersinergi dalam pembinaan, sehingga umat Khonghucu dapat turut berkontribusi positif dan optimal dalam pembangunan di bidang agama dan keagamaan.

Usai sambutan pembinaan juga dilakukan diskusi yang dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu lalu dilanjutkan keliling melihat bangunan klenteng Kwan Sing Bio, yang konon merupakan klenteng terbesar di Asia, dan merupakan satu-satunya klenteng yang menghadap ke laut. Dimana menurut kepercayaan jika klenteng menghadap laut adalah kelenteng yang dipenuhi keberkahan.

(Af/lai)

banner 336x280
  • Bagikan
banner 336x280

Tinggalkan Balasan