Reporter : harianjatim
Olahraga-harianjatim.com. Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur menjadi duka mendalam dunia sepak bola Indodesia.
Setidaknya 131 warga meninggal dunia dan ratusan warga lainnya harus mendapatkan perawatan medis dalam tragedi usai laga Arema vs Persebaya Surabaya.
Peristiwa tersebut termasuk bencana yang cukup mengerikan di dunia sepak bola tanah air. Salah satu akibat tragedi itu, kompetisi sepak bola terpaksa dihentikan termasuk Liga 1 hingga batas yang tidak ditentukan.
Bahkan, Presiden RI Joko Widodo memerintahkan agar kompetisi baru boleh dilanjutkan sampai proses investigasi Tragedi Kanjuruhan selesai.

Baca : Tragedi Kanjuruhan, Presiden Madura United Minta Kompetisi Dihentikan hingga Pegurus PSSI Mundur
Penundaan tersebut disambut baik oleh Klub Sepek Bola asal Madura. Madura United memilih meliburkan para pemain dan sembari memberikan kesempatan berkumpul dengan keluarga besar mereka.
“Kami berhenti dulu. Berkumpul dengan Keluarga,” dilansir dari akun twitter Madura United @MaduraUnitedFC.
Dalam akunnya, juga memperlihatkan foto kondisi mis, tempat bersalin pemain dan kondisi lapangan bola tempat berlatih dalam kondisi kosong.
Keputusan tersebut memang sangat berat dijalankan, namun hal tersebut dilakukan untuk menghormati peristiwa pilu yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang
“Sepak Bola memang penghidupan kami. Tapi kami lebih menghargai kehidupan insan Sepak Bola Indonesia,” tulisnya lagi.
Baca : Pesan Achsanul untuk Supporter usai Laga Madura United vs Persija
Pada Sabtu (1/10/2022) terjadi kericuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.
Kerusuhan tersebut semakin membesar di mana sejumlah “flare” dilemparkan, termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut yang pada akhirnya menggunakan gas air mata.
Berdasarkan data terakhir tercatat korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebanyak 131 orang. Selain itu, dilaporkan ratusan orang mengalami luka.
Baca Juga : Tolak KLB, Presiden Madura United Minta Pengurus PSSI Mundur
(Wd/Red)


