Tegas! Ketua DPRD Sumenep Minta Tempat Hiburan Malam Ditutup

  • Bagikan
Ketua DPRD Sumenep H. Zainal Arifin (baju batik) saat menemui sejumlah ulama' dan habaib yang mengatasnamakan Guiss saat audiensi di Kantor DPRD Sumenep beberapa waktu lalu. (foto: for harianjatim)

Reporter: harianjatim

Sumenep-harianjatim.com. Ketua DPRD H. Zainal Arifin mendukung penuh penertiban tempat hiburan malam di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Apalagi, saat ini merupakan bulan puasa, bulan penuh rahmat dan hidayah Allah.

Dukungan penutupan tempat hiburan itu meyusul tuntutan para habaib, tokoh agama, ulama’ yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Sumenep (Guiss) untuk menutup tempat hiburan malam. Sebab, lokasi disinyalir menjadi tempat perbuatan maksiat dan mencederai eksistensi bulan Ramadhan.

“Kami sangat mendukung penertiban tempat hiburan malam di Sumenep. Bahkan, jika tidak sesuai aturan, kami mendorong untuk ditutup permanen. Jadi, kami tidak ada toleransi untuk hiburan malam,” ungkapnya.

Sebab, sambung dia, pihaknya menginginkan kota Sumekar menjadi tempat icon religius. Sehingga, meminimaisir terjadinya perbuatan amoral atau dosa. “Jadi, kami tidak akan setengah-setengah urusan penertiban hiburan malam. Sangat kami dukung,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya meminta pemkab juga mendengarkan aspirasi para tokoh untuk menertibkan hiburan malam ini. Bahkan, jika perlu dilakukan evaluasi izin atas tempat tersebut. “Jika tidak sesuai aturan, langsung ditutup permanen,” ungkapnya.

Sebenarnya, menurut politisi PDI Perjuangan itu, penertiban tempat hiburan tidak hanya disuarakan di saat bulan Ramadhan. Pihaknya mendorong untuk juga ditertibkan di luar bulan penuh berkah itu. Sebab, keberadaannya tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama, kaum muda.

“Terus terang, masalah hiburan yang tidak sesuai dengan nilai agama harus ditertibkan, baik di bulan Ramadhan maupun di luar bulan puasa,” ungkapnya.

Maka, politisi dengan gaya nyentrik ini mendesak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung untuk menutup tempat hiburan di Kabupaten Sumenep. Apalagi, izin mereka hanya rumah makan saja.

“Kami dukung perjuangan para tokoh agama untuk menertibkan tempat hiburan itu. Kami siap mengawal tuntutan yang disampaikan para tokoh,” kata dia dengan tegas.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!

(jd/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Persit kck kodim bojonegoro laksanakan ziarah rombongan dan tabur bunga. taxion düsseldorf vorbestellung.