Gus Lilur Rancang Ekspansi Raksasa Industri Rokok: Bangun 19 Pabrik, 17 Gudang Tembakau dan 2.000 PR UMKM

  • Bagikan
Potret Gus Lilur beserta perusahaan rokoknya (Dok. Ist)

Surabaya – harianjatim.com Pengusaha rokok nasional HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang dikenal sebagai Gus Lilur menyiapkan ekspansi besar industri rokok Indonesia dengan membangun 19 pabrik rokok, 17 gudang tembakau raksasa, serta 2.000 perusahaan rokok (PR) UMKM di tiga provinsi.

Ekspansi besar ini diproyeksikan menjadi salah satu pengembangan industri rokok terbesar berbasis ekosistem rakyat di Indonesia karena berpotensi menyerap sekitar 40.000 tenaga kerja baru.

Founder Owner BARONG Grup (Bandar Rokok Nusantara Global Grup) tersebut menyebut seluruh tahap awal pembangunan bisnis telah selesai, terutama pada aspek legalitas perusahaan.

“Persiapan tahap awal sudah selesai, yaitu legalitas usaha. Sekarang kami masuk ke tahap ekspansi usaha yang lebih besar,” ujar Gus Lilur dalam keterangannya, Minggu (15/3).

Dalam strategi bisnisnya, Gus Lilur membangun ekosistem industri rokok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui tiga jenis induk perusahaan, yaitu:

  1. Perusahaan Rokok
  2. Perusahaan Tembakau
  3. Perusahaan Distribusi

Pada sektor rokok, terdapat enam induk perusahaan yang telah disiapkan, yaitu:

  1. Rokok Bintang Sembilan (RBS)
  2. Bandar Rokok Nusantara (BARON)
  3. Joko Tole Nusantara (JOLENTARA)
  4. Madura Tembakau Nusantara (MADANTARA)
  5. Bandar Rokok Nusantara Global (BARONG)
  6. Madura Indonesia Tembakau (MASAKU)

Selain itu, lima perusahaan telah menyelesaikan legalitas usaha, sementara satu perusahaan masih dalam proses.

Bahkan, salah satu perusahaan tersebut telah memiliki pabrik rokok lengkap dengan fasilitas produksinya.

Untuk sektor bahan baku, Gus Lilur juga membentuk dua induk perusahaan tembakau, yakni:

  1. Nusantara Global Tobacco (NGO)
  2. Bandar Tembakau Indonesia (Bakau Indonesia)

Sementara untuk jaringan distribusi nasional, ia membangun perusahaan logistik bernama Angkut Barang Seluruh Nusantara (Abang Setara).

Dalam tahap ekspansi, Gus Lilur menargetkan pembangunan 17 gudang tembakau besar di tiga provinsi sentra tembakau Indonesia.

Di Jawa Timur, gudang akan dibangun di Sumenep, Pamekasan, Situbondo, Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Sementara itu, di Nusa Tenggara Barat akan dibangun di wilayah Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Mataram.

Tak hanya itu, di Jawa Tengah akan dibangun di daerah Temanggung, Wonosobo, Demak, Kudus, Pati, Magelang, dan Jepara.

Gudang-gudang tersebut akan menjadi pusat pengumpulan dan pengolahan tembakau dari berbagai daerah penghasil tembakau Nusantara.

Selain gudang tembakau, Gus Lilur juga menargetkan pembangunan 19 pabrik rokok yang tersebar di tiga provinsi.

Sebanyak 17 pabrik rokok akan dibangun di daerah yang memiliki gudang tembakau, sementara dua pabrik tambahan akan dibangun di Sidoarjo dan Malang

Pabrik-pabrik tersebut dirancang sebagai pabrik rokok level menengah hingga pabrik rokok besar berstandar internasional.

Menariknya, konsep ekspansi ini tidak hanya berorientasi pada industri besar.

Gus Lilur juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi rakyat melalui pembangunan 2.000 perusahaan rokok skala UMKM.

Setiap PR UMKM akan mempekerjakan sekitar 20 karyawan, sehingga jika seluruh perusahaan berjalan maka akan tercipta sekitar 40.000 lapangan pekerjaan.

Menurutnya, konsep tersebut merupakan upaya memadukan model bisnis konglomerasi dengan ekonomi rakyat.

“Industri besar berjalan, UMKM juga tumbuh bersama,” jelasnya.

Dalam konsep produksinya, seluruh PR UMKM akan memproduksi enam jenis rokok kretek dengan karakter tembakau Nusantara, yaitu:

  1. Virginia Blend – Tembakau Lombok
  2. Oriental Blend – Tembakau Madura
  3. Burley Blend – Tembakau Jember dan Banyuwangi
  4. Besuki Blend – Tembakau Situbondo
  5. Lumajang Blend – Tembakau Lumajang
  6. Srintil Blend – Tembakau Temanggung

Model ini dirancang untuk memperkuat identitas rokok kretek Indonesia di pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi tembakau lokal.

Gus Lilur menyebut konsep besar ekspansi industri rokok tersebut ia rampungkan saat berada di Hotel Sheraton Manila Bay, Manila, Filipina, pada Minggu (15/3) waktu setempat.

Ia berharap ekosistem industri yang menggabungkan pabrik rokok besar dengan ribuan UMKM tersebut mampu melahirkan kekuatan baru dalam industri rokok dunia.

“Saatnya petani tembakau Indonesia kaya. Saatnya rokok Indonesia berjaya,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat kekuatan industri rokok dunia jika dikelola secara terintegrasi.

“Indonesia punya tembakau terbaik di dunia. Jika industri ini dibangun bersama rakyat, maka Indonesia bisa menjadi kekuatan besar industri rokok global,” kata Gus Lilur.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90