BARONG Grup Konsultasi ke KBRI Kuala Lumpur Bahas Akuisisi Pabrik Rokok Malaysia

  • Bagikan
Gus Lilur beserta tim saat berkunjung ke Kedutaan Besar RI di Malaysia (Dok. Ist)

Surabaya – harianjatim.com Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup) melakukan konsultasi resmi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur terkait rencana akuisisi pabrik rokok di Malaysia sebagai bagian dari strategi ekspansi industri rokok Indonesia di kawasan Asia.

Dilaksanakan pada Sabtu (14/3), Founder dan Owner BARONG Grup, Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, menjelaskan bahwa konsultasi tersebut dilakukan untuk memvalidasi informasi mengenai kebijakan pemerintah Malaysia yang disebut tidak lagi menerbitkan izin baru untuk pendirian pabrik rokok.

“Jika benar tidak ada izin baru, maka langkah paling realistis bagi investor adalah mengakuisisi pabrik rokok lama yang sudah memiliki izin operasional,” ujar Khalilur dalam keterangannya di Kuala Lumpur.

Menurutnya, akuisisi tersebut tidak hanya membuka peluang produksi rokok di Malaysia, tetapi juga memperkuat pasar ekspor tembakau asal Indonesia ke industri rokok di negara tersebut.

Dalam kunjungan ke KBRI, rombongan BARONG Grup diterima langsung oleh Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Danang Waskito. Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah pejabat KBRI, antara lain Sekretaris Kedutaan Maria Kusumanegari, staf Penerangan Sosial Budaya Cantika, serta Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Azizah Rahmaniar Salam.

Dalam diskusi tersebut, berbagai aspek investasi dan regulasi industri rokok di Malaysia dibahas, termasuk peluang serta mekanisme akuisisi perusahaan rokok yang telah beroperasi.

Usai pertemuan di KBRI, Atase Perdagangan Azizah Rahmaniar Salam turut membantu mempertemukan BARONG Grup dengan seorang pengacara Malaysia yang memiliki pengalaman dalam proses akuisisi perusahaan.

Pertemuan lanjutan dengan pengacara tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Bukit Bintang, salah satu pusat bisnis dan perdagangan di Kuala Lumpur.

Khalilur mengaku merasa terbantu dengan dukungan KBRI dalam proses penjajakan investasi tersebut. Ia menilai peran perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri sangat penting dalam mendampingi pelaku usaha nasional yang ingin memperluas pasar global.

“Saya merasa seperti menemukan rumah sendiri ketika berkonsultasi di KBRI. Dukungan yang diberikan sangat membantu kami menemukan solusi dalam rencana ekspansi usaha,” ujarnya.

Setelah agenda di Malaysia, Khalilur dijadwalkan melanjutkan perjalanan bisnis ke Manila, Filipina untuk melanjutkan penjajakan pasar rokok di kawasan Asia Pasifik.

Langkah BARONG Grup ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperluas jaringan industri rokok Indonesia di pasar internasional sekaligus memperkuat posisi tembakau Nusantara di rantai pasok global.

Khalilur menegaskan bahwa ekspansi tersebut sejalan dengan semangat memperkuat peran pelaku usaha nasional di pasar dunia.

“Sebagai warga negara Indonesia, saya bangga dapat membawa nama Indonesia dalam ekspansi usaha ini,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Willkommen zur deutschen version von wordpress.