Rembang-Di Jalan Pemuda, Rembang, Jawa Tengah, sebuah dapur sederhana tak pernah benar-benar sepi. Sejak 2016, dari tempat inilah Eny Purnasari perempuan kelahiran Rembang, 11 Mei 1987 memulai langkah kecil yang kini menjelma menjadi gerakan sosial bernama Pawon Sedekah.
Berawal dari kepedulian pribadi, Eny menjadikan aktivitas memasak sebagai cara untuk berbagi. Ia tak membangun usaha, melainkan ruang kepedulian. Dari dapur itu, ratusan paket makanan disiapkan setiap pekan, khususnya dalam kegiatan rutin “Jumat Mubarok”.
Namun, Pawon Sedekah tak berhenti pada urusan makanan. Gerakan ini tumbuh menjadi aksi sosial yang menjangkau berbagai kebutuhan masyarakat. Bantuan disalurkan ke Rumah Qur’an putra-putri, panti asuhan yatim piatu Sawahan dan Kebalen, panti ODGJ di Rembang dan Blora, panti jompo Mbessi, panti wredha, hingga pondok pesantren Mbadek.
Distribusi dilakukan dalam dua waktu: Kamis sore dan Jumat pagi. Skema ini dipilih agar makanan dapat langsung dinikmati, baik sebagai santapan malam maupun sarapan.
Di balik aktivitas tersebut, Pawon Sedekah digerakkan oleh lima tim relawan dapur yang setia membantu proses memasak dan pengemasan. Sementara untuk penyaluran, Eny menggandeng berbagai pihak, mulai dari relawan Annida Lasem hingga pengurus pondok pesantren dan panti asuhan. Kolaborasi ini membuat jangkauan bantuan menjadi lebih luas dan tepat sasaran.
Konsep yang diusung pun sederhana: sedekah per kotak seharga Rp6.000. Dengan nominal yang terjangkau, siapa saja bisa ikut ambil bagian. Donatur bebas menentukan jumlah kontribusi, bahkan dapat memilih untuk menyalurkan bantuan secara langsung.
Lebih dari itu, Pawon Sedekah juga hadir dalam berbagai situasi sosial lainnya. Eny dan tim kerap membantu masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk penyandang disabilitas. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan, tidak selalu berupa makanan.
Saat bencana alam terjadi, Pawon Sedekah turut bergerak cepat. Dapur kembali menjadi pusat kegiatan, menyiapkan makanan bagi para korban terdampak. Dalam kondisi darurat, kehadiran makanan siap saji menjadi bantuan yang sangat berarti.
Jika terdapat kelebihan donasi, tim Pawon Sedekah akan melakukan blusukan kampung, menyasar masyarakat yang luput dari perhatian, hingga anak-anak di TPA Landoh. Dari gang-gang kecil hingga pelosok desa, mereka hadir membawa bantuan sekaligus kepedulian.
Bagi Eny, yang terpenting bukan besar kecilnya bantuan, melainkan keikhlasan dan konsistensi. Ia percaya bahwa dari hal sederhana, jika dilakukan bersama, akan lahir dampak yang besar.
Dalam setiap ajakannya kepada donatur, terselip doa: semoga sedekah yang diberikan menjadi berkah, membawa kesehatan, kebahagiaan, serta menjadi solusi atas berbagai persoalan hidup.
Pawon Sedekah menjadi bukti bahwa gerakan sosial tak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dari asap dapur yang mengepul setiap pekan, lahir aksi nyata yang menjangkau banyak kehidupan dari anak-anak yatim, lansia, penyandang disabilitas, hingga korban bencana.
Dan dari Jalan Pemuda di Rembang, Eny Purnasari terus melangkah, mengajak lebih banyak orang untuk ikut berbagi. Karena bagi Pawon Sedekah, kebaikan selalu punya cara untuk sampai bahkan dari dapur yang paling sederhana sekalipun.


