Belajar dari Pragaan Daya di Tengah Penyusutan Dana Desa: Ketika Uang Berkurang, Risiko Justru Membesar

  • Bagikan
Ilistrasi

“Efisiensi bukan ajang Pelemahan Pengawasan, jika Itu Terjadi Bisa Berpotensi Menciptakan Ruang Berbahaya: dana lebih kecil, tetapi kontrol tidak semakin kuat”


Di desa, pembangunan tidak pernah terasa abstrak. Ia hadir dalam jalan yang bisa dilewati tanpa terpeleset, bantuan kecil yang menjaga usaha tetap hidup, atau sekadar rasa tenang karena kebutuhan dasar terpenuhi. Karena itu, ketika dana desa bermasalah seperti di Pragaan Daya, yang hilang bukan hanya uang, tetapi juga rasa percaya.

Kini, situasinya menjadi lebih rumit. Di tengah berbagai tekanan fiskal, alokasi dana desa mengalami penyusutan. Logikanya sederhana: anggaran berkurang, prioritas harus dipersempit. Namun di lapangan, kenyataannya tidak sesederhana itu. Justru ketika dana makin kecil, risiko penyimpangan bisa menjadi lebih besar.

Mengapa? Karena keterbatasan sering kali memicu dua hal sekaligus: tekanan dan celah.

Di satu sisi, kebutuhan desa tidak ikut menyusut. Infrastruktur tetap perlu diperbaiki, ekonomi warga tetap butuh didorong. Kepala desa dan perangkatnya dihadapkan pada tuntutan yang sama, dengan sumber daya yang lebih terbatas. Dalam situasi seperti ini, godaan untuk “mengatur ulang” anggaran, bahkan melenceng dari aturan bisa semakin besar.

Di sisi lain, ketika anggaran menyusut, perhatian pengawasan sering kali ikut melemah. Fokus pemerintah bergeser pada efisiensi dan penyesuaian program, sementara detail penggunaan di tingkat desa luput dari pengamatan yang ketat. Ini menciptakan ruang yang diam-diam berbahaya: dana lebih kecil, tetapi kontrol tidak semakin kuat.

Kasus Pragaan Daya menunjukkan bahwa persoalan utama bukan hanya pada besarnya dana, melainkan pada bagaimana dana itu dikelola. Bahkan dengan anggaran yang lebih kecil, jika sistemnya longgar, penyimpangan tetap akan terjadi. Dan ironisnya, dampaknya bisa terasa lebih besar bagi warga, karena setiap rupiah kini jauh lebih berarti.

Di tengah kondisi ini, ada beberapa hal yang tidak bisa lagi ditunda.

Pertama, transparansi harus menjadi prioritas utama. Justru ketika dana terbatas, masyarakat perlu tahu dengan jelas ke mana uang itu dialokasikan. Bukan sekadar angka di papan informasi, tetapi penjelasan yang bisa dipahami dan didiskusikan bersama.

Kedua, penentuan prioritas harus lebih jujur dan partisipatif. Tidak semua program bisa dijalankan saat anggaran menyusut. Karena itu, keputusan harus melibatkan warga, agar tidak ada ruang bagi proyek-proyek yang dipaksaka atau bahkan dimanipulasi.

Ketiga, pengawasan perlu diperkuat, bukan dikendurkan. Penyusutan anggaran seharusnya diikuti dengan peningkatan kontrol, baik dari pemerintah daerah maupun dari dalam desa sendiri. Apa yang tertulis harus benar-benar diuji di lapangan.

Keempat, pembagian kewenangan harus lebih sehat. Tidak boleh ada satu pihak yang memegang kendali penuh atas anggaran, apalagi dalam kondisi terbatas. Sistem harus memastikan adanya saling kontrol yang nyata.

Kelima, perlindungan bagi masyarakat yang bersuara menjadi penting. Dalam situasi sulit, suara warga sering kali menjadi alarm pertama. Tanpa perlindungan, alarm itu akan tetap sunyi.

Kasus Pragaan Daya memberi pelajaran penting: masalah bukan hanya ketika uang banyak dan disalahgunakan, tetapi juga ketika uang sedikit dan tetap bocor. Dalam kondisi seperti sekarang, setiap rupiah dana desa adalah penopang harapan warga. Kehilangannya bukan sekadar kerugian negara, melainkan kehilangan kesempatan untuk hidup lebih layak.

Jika penyusutan dana desa tidak diiringi dengan pembenahan tata kelola, maka yang terjadi bukan efisiensi, melainkan akumulasi masalah. Desa dipaksa berhemat, tetapi tetap rentan bocor. Warga diminta bersabar, tetapi tidak selalu dilibatkan.

Pada akhirnya, tantangan kita hari ini bukan hanya menjaga agar dana desa cukup, tetapi memastikan bahwa yang sedikit itu benar-benar sampai kepada yang berhak. Karena di tengah keterbatasan, keadilan justru diuji lebih keras.


||| Salam Redaksi


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus updatetopik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Real estate signs light box signage johannesburg.