Nilai Moral Cerita Rakyat Timun Mas

  • Bagikan
Nilai Moral Cerita Rakyat Tumun Mas. (foto: ilustrasi)

|| Penulis : Aditya Rizky Tri A*

Cerita rakyat masyarakat Jawa ini mengisahkan seorang anak perempuan yang lahir dari mentimun milik seorang janda sebatang kara dan berusaha melawan raksasa hijau atau Buto Ijo yang ingin memakannya dengan bantuan benda-benda ajaib dari seorang pertapa. Dari segi alur, dongeng atau cerita rakyat Timun Emas yang termasuk ke dalam cerita anak ini memiliki banyak versi. Hal ini terjadi karena terdapat banyak gubahan terhadap cerita tersebut. Kendati memiliki banyak variasi, inti cerita rakyat Timun Emas tetap berkisah tentang seorang perempuan tua berstatus janda yang sangat ingin memiliki anak sehingga ia diberi anak oleh raksasa dan diberi nama Timun Emas.

Cerita rakyat sendiri merupakan hasil kesusastraan masyarakat primitif yang pada masa itu belum mengenal huruf atau tulisan sehingga berbentuk sastra lisan yang mengandung berbagai permasalahan dalam kelompok masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa cerita rakyat pada awalnya merupakan kisah yang diteruskan dari mulut ke mulut dalam kelompok masyarakat dan kemudian menjadi cerita khas suatu daerah. Sebagai karya sastra, cerita rakyat mengungkapkan hasil pemikiran, pandangan, pengalaman, ide, semangat, dan perasaan manusia yang kemudian digambarkan melalui tulisan.

Cerita rakyat Timun Emas merupakan bagian dari sastra tradisional karena diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi dan tidak diketahui siapa penciptanya. Selain itu, tidak diketahui pula kapan cerita lisan ini mulai berkembang menjadi dongeng seperti sekarang. Dongeng rakyat biasanya diceritakan dengan tujuan memberikan pesan moral dan dituturkan dari orang tua kepada anak-anak. Dongeng rakyat memuat konflik antara pihak baik dan pihak buruk. Pihak baik selalu menang atas kejahatan untuk mengajarkan nilai-nilai moral kepada anak-anak. Akhir cerita dongeng umumnya berbahagia karena kemenangan diperoleh tokoh protagonis. Hal ini selaras dengan alur cerita yang progresif dan klimaks yang ditempatkan di akhir cerita. Sebagai cerita fiksi tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, Timun Emas mengandung banyak pesan moral tentang keluarga, terutama hubungan ibu dan anak.

Cerita rakyat Timun Emas mengisahkan seorang anak perempuan yang lahir dari buah mentimun. Kisah ini diawali dengan kehidupan seorang ibu sekaligus janda sebatang kara yang telah ditinggal meninggal oleh suaminya dan tidak mempunyai anak. Janda tersebut bernama Nyi Niken. Ia dan suaminya selalu berusaha memiliki anak, bahkan mencoba berbagai pengobatan. Akan tetapi, suaminya meninggal terlebih dahulu sehingga Nyi Niken merasa sangat kesepian karena belum dikaruniai anak oleh Tuhan.

Suatu malam, Nyi Niken meminta bantuan kepada raksasa bernama Ki Butakala agar dapat memiliki keturunan. Ki Butakala bersedia membantu dengan satu syarat, yaitu apabila anak yang lahir berjenis kelamin laki-laki, anak tersebut harus diserahkan sebagai santapannya. Setelah itu, Ki Butakala memberikan petunjuk agar Nyi Niken meminum air kelapa tertentu. Setelah meminum air kelapa tersebut, harapan Nyi Niken pun terwujud karena ia berhasil mengandung seorang anak. Ketika lahir, anak itu berjenis kelamin perempuan dan diberi nama Timun Emas.

Berdasarkan perjanjian yang telah disepakati, Nyi Niken harus menyerahkan Timun Emas saat ia menginjak usia remaja. Ketika usia Timun Emas telah sesuai, Ki Butakala datang untuk menagih janji. Namun, Nyi Niken merasa iba terhadap nasib anaknya dan berusaha bernegosiasi. Nyi Niken meminta agar waktu penyerahan ditunda beberapa tahun. Dalam salah satu versi cerita, terdapat tokoh laki-laki yang tertarik kepada Timun Emas, tetapi tokoh tersebut tidak berperan dalam menyelamatkannya dari kejaran Ki Butakala.

Nyi Niken kemudian mencari jalan keluar dengan meminta pertolongan kepada seorang pertapa bernama Ki Pertapa. Ki Pertapa memberikan empat bungkusan kecil sebagai bekal bagi Timun Emas untuk melawan Ki Butakala.

Timun Emas melarikan diri sambil melawan raksasa dengan melempar biji mentimun, jarum, garam, dan terasi dari empat bungkusan tersebut. Keempat benda itu berubah menjadi rintangan yang menghambat Ki Butakala untuk menangkap Timun Emas. Akhirnya, Ki Butakala tenggelam dalam lautan lumpur yang muncul dari bungkusan terakhir, yaitu terasi. Timun Emas pun berhasil selamat dan kembali hidup bahagia bersama ibunya.

Cerita rakyat Timun Emas mengandung banyak pesan moral dan ajaran budi pekerti yang dapat diteladani anak-anak. Sikap para tokohnya dapat mendorong anak-anak untuk meneladani perbuatan baik. Berdasarkan analisis nilai personal, cerita rakyat Timun Emas memuat lima nilai utama, yaitu perkembangan emosional, perkembangan intelektual, perkembangan imajinasi, pertumbuhan rasa sosial, serta pertumbuhan rasa etis dan religius.

Perkembangan emosional terlihat dari rasa sedih Nyi Niken karena tidak memiliki keturunan dan kehilangan suaminya. Selain itu, muncul pula rasa takut dan khawatir ketika Timun Emas hendak disantap Ki Butakala. Namun demikian, Nyi Niken dan Timun Emas tidak mudah menyerah sehingga sikap tersebut dapat menjadi teladan bagi anak-anak.

Perkembangan intelektual tampak ketika Nyi Niken berusaha mencari jalan keluar agar tidak kehilangan anaknya. Sementara itu, perkembangan imajinasi terlihat melalui unsur magis pada empat bungkusan ajaib yang diberikan Ki Pertapa kepada Timun Emas. Pertumbuhan rasa sosial tampak dari sikap Ki Pertapa yang membantu Timun Emas terbebas dari kejaran raksasa dengan memberikan benda-benda ajaib.

Nilai pertumbuhan rasa etis dan religius terlihat dari kepatuhan Timun Emas terhadap nasihat Ki Pertapa dan ibunya. Rasa hormat Timun Emas kepada sang ibu, serta kebiasaan Nyi Niken yang selalu berdoa, menjadi contoh nilai etis dan religius dalam cerita ini. Kelima nilai tersebut dapat menjadi teladan bagi anak-anak dalam menghadapi masalah dan berinteraksi di lingkungan sosial.

Nilai moral dalam cerita rakyat Timun Emas mencakup lima aspek, yaitu perkembangan emosional, perkembangan intelektual, perkembangan imajinasi, pertumbuhan rasa sosial, serta pertumbuhan rasa etis dan religius. Sikap pantang menyerah yang ditunjukkan Nyi Niken dalam memperoleh keturunan dapat menjadi teladan bagi pembaca. Tokoh Nyi Niken digambarkan sebagai sosok yang tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan hidup.

Aspek imajinasi berkembang melalui kehadiran sosok raksasa Buto Ijo dan empat benda ajaib pemberian Ki Pertapa. Benda-benda tersebut sebenarnya merupakan barang yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi digambarkan memiliki kekuatan magis.

Pertumbuhan rasa sosial terlihat ketika Ki Pertapa membantu Nyi Niken dan Timun Emas agar terhindar dari ancaman Ki Butakala. Alur cerita ini mengajarkan anak-anak untuk selalu membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan. Selain itu, cerita ini juga menggambarkan pentingnya sikap tolong-menolong dan rasa kemanusiaan.

Nilai etis dan religius ditunjukkan melalui adegan Nyi Niken yang terus berdoa agar dikaruniai keturunan. Sikap tersebut dapat menjadi teladan bagi anak-anak agar senantiasa berdoa kepada Tuhan ketika memiliki keinginan dan harapan. Kepercayaan terhadap kuasa Tuhan menjadi salah satu nilai religius utama dalam cerita ini (Gheani, 2022).

Timun Emas digambarkan sebagai anak yang baik dan patuh kepada ibunya. Hal ini terlihat ketika ia menuruti perintah ibunya untuk melarikan diri dari kejaran Ki Butakala. Timun Emas juga menaati nasihat Ki Pertapa dengan menaburkan benda-benda ajaib dari empat bungkusan tersebut. Kepatuhan itu akhirnya membuahkan hasil karena nyawanya berhasil terselamatkan.

Sikap etis Timun Emas tercermin melalui rasa hormat dan kepatuhannya kepada sang ibu serta Ki Pertapa. Ia dengan konsisten menggunakan benda-benda ajaib tersebut hingga akhirnya berhasil mengalahkan Ki Butakala. Sikap ini dapat menjadi teladan bagi anak-anak agar selalu menghormati dan mematuhi nasihat orang yang lebih tua. Cerita ini juga membantu anak-anak mengembangkan kecerdasan emosional dalam menghadapi masalah atau situasi sulit dalam kehidupan.


||* Mahasiswa dari program studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Lexonads | free ad network | automated website traffic.