Kekerasan Seksual dan Tanggung Jawab Kolektif dalam Menciptakan Ruang Aman

  • Bagikan
Zeliska Vindi Marsyela

|| Penulis : Zeliska Vindi Marsyela*

Kekerasan seksual merupakan salah satu persoalan sosial yang hingga kini masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Kasus ini terus menunjukkan tren peningkatan dari waktu ke waktu dan dapat terjadi di berbagai ruang kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, kampus, tempat kerja, hingga ruang digital seperti media sosial. Korban kekerasan seksual tidak terbatas pada usia, jenis kelamin, maupun status sosial. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dapat menjadi sasaran dari tindakan yang melanggar hak asasi manusia tersebut.

Perkembangan teknologi dan media sosial turut memperluas potensi terjadinya kekerasan seksual, khususnya di kalangan remaja dan mahasiswa. Di sisi lain, banyak korban memilih untuk tidak melapor karena rasa takut, malu, khawatir disalahkan, atau tidak memperoleh dukungan dari lingkungan sekitar. Kondisi ini sering kali membuat pelaku tidak mendapatkan hukuman yang setimpal, sementara korban harus menanggung trauma yang berkepanjangan.

Dalam konteks ini, generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan kekerasan seksual. Salah satu langkah penting yang dapat dilakukan adalah meningkatkan literasi dan edukasi mengenai pentingnya menghormati batasan pribadi serta membangun etika dalam pergaulan. Selain itu, institusi pendidikan dan lingkungan sosial perlu menyediakan ruang yang aman dan berpihak kepada korban agar mereka berani bersuara dan mendapatkan perlindungan yang semestinya.

Pemerintah Indonesia telah mengesahkan berbagai regulasi untuk memberikan perlindungan terhadap korban, salah satunya melalui Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Namun demikian, efektivitas aturan tersebut tidak dapat berdiri sendiri. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan budaya saling menghormati, meningkatkan kepedulian, serta berani menolak segala bentuk kekerasan seksual.

Kekerasan seksual bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan yang berdampak luas bagi korban dan lingkungan sosial. Meningkatnya kasus yang terjadi menunjukkan bahwa kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya penghormatan terhadap sesama masih perlu diperkuat.

Oleh karena itu, generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi bagian dari perubahan. Melalui edukasi, kepedulian sosial, serta keberanian untuk bersikap dan melawan tindakan pelecehan, mahasiswa dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan beradab. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan menjadi kunci dalam menekan angka kekerasan seksual di Indonesia.

KESIMPULAN

Kekerasan seksual merupakan persoalan serius yang harus dicegah secara bersama-sama karena menimbulkan dampak besar bagi korban maupun lingkungan sosial. Generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta berani menolak segala bentuk kekerasan seksual. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman, adil, dan bermartabat bagi seluruh warga negara.


||* Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malanh


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Why use our free link building tool ?.